Aktivitas manusia dan kepadatan penduduk yang tinggi berpengaruh terhadap penurunan kualitas air di kawasan permukiman padat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab penurunan kualitas air, menganalisis hubungan kepadatan penduduk dengan kualitas air, serta merumuskan upaya pengelolaan lingkungan. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan teknik grab sampling, observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 70 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% responden menyatakan wilayahnya memiliki sanitasi dan drainase yang kurang memadai, sedangkan 85% responden menilai aktivitas domestik dan keterbatasan lahan memengaruhi kualitas air. Secara fisik, air tanah cenderung keruh, berbau, dan berwarna, sementara hasil pengukuran kimia menunjukkan nilai pH berada di bawah standar baku mutu air bersih. Sebaliknya, air PDAM memiliki kualitas lebih baik. Upaya perbaikan dapat dilakukan melalui peningkatan sanitasi, penerapan bio-septic tank komunal, filtrasi air sederhana, dan perluasan akses air bersih perpipaan.
Copyrights © 2026