Bangunan dua lantai memiliki karakteristik respons struktur yang dipengaruhi oleh variasi beban gempa pada setiap tingkatan intensitas. Analisis dilakukan menggunakan metode Analisis Statik Ekivalen (LSE) untuk menentukan gaya gempa yang bekerja pada struktur dengan pendekatan linier. Empat tingkatan gempa digunakan, yaitu gempa ringan (0.5 DBE), sedang (1.0 DBE), kuat (1.5 DBE), dan sangat kuat (2.0 DBE). Model bangunan dibuat berdasarkan kondisi eksisting di Kabupaten Klaten dengan properti material beton dan baja yang disesuaikan dengan data rencana. Parameter gempa ditentukan berdasarkan nilai percepatan desain wilayah, kemudian dikalikan dengan faktor masing-masing tingkatan gempa. Hasil analisis diperoleh berupa simpangan antar lantai dan deformasi struktur yang dibandingkan terhadap batasan level kinerja, meliputi Operational (O), Immediate Occupancy (IO), Life Safety (LS), Collapse Prevention (CP), dan Near Collapse (NC). Setiap level kinerja memiliki persentase nilai kerusakan yang digunakan untuk menghitung nilai kerugian dengan mengalikan terhadap nilai total bangunan. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkatan gempa yang bekerja, semakin besar pula nilai kerugian yang terjadi pada bangunan dua lantai berdasarkan hasil analisis statik ekivalen.
Copyrights © 2026