Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Limpasan Langsung Metode SCS Menggunakan Data Hujan TRMM Studi Kasus Subdas Code Hulu Puji Harsanto; Muhammad Sufyan Tsaury
Bulletin of Civil Engineering Vol 1, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bce.v1i2.12417

Abstract

Availability of sufficient data as input data is important. Data availability tends to have several data problems, such as the lack of data availability, incomplete data, or the number of stations that are less scattered. As the development of the technology problems, those probelms can be solved by replacing ground-based observation data with satellite observations that have high spatial and temporal resolution, wide area coverage, fast access, and economics. This research was conducted to validate and correct TRMM satellite data on observation data at the AWLR Gemawang station with the SCS Method. The results of this study showed a delay in the average measurements of satellite rainfall and surface approximately 8.5 hours based on the data analysis used in this study. The results of the model error analysis can be concluded that TRMM rainfall data can be used in these needs. However, there is still an error in the TRMM data, which is on the data of January 18, 2018 which results in a hydrograph (Ew) waveform error of 11.843. From the conformity index and efficiency analysis, TRMM satellite data gets the correlation coefficient average ARR-AWLR debit of 0,2416 which is categorized as low efficiency data and TRMM-AWLR of 0,1041 which is categorized as quite low coefficient data, while the efficiency coefficient gets an average value 1,67 which is categorized as highly efficient optimization data. 
Pengaruh Tingkatan Gempa terhadap Nilai Kerugian Bangunan Dua Lantai Menggunakan Metode LSE dan RSA Edwin Octavianto Saputra; Zikra Fauzan Virawan; Aulia Rizky Akbarrina; M. Sufyan Tsaury; Abdul Muid
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17419

Abstract

Bangunan dua lantai memiliki perilaku struktural yang unik saat mengalami gempa karena adanya kombinasi pengaruh beban statik dan dinamik pada tiap lantainya. Evaluasi nilai kerugian akibat gempa dilakukan dengan mempertimbangkan empat tingkatan intensitas, yaitu ringan, sedang, kuat, dan sangat kuat, menggunakan dua metode linier yang umum digunakan, yaitu Linear Static Equivalent (LSE) dan Response Spectrum Analysis (RSA). Metode LSE menghitung respons lateral bangunan dengan pendekatan beban statik ekuivalen sehingga analisisnya lebih sederhana dan cepat diterapkan, sedangkan RSA memperhitungkan kontribusi masing-masing mode getaran melalui spektrum respons gempa sehingga menghasilkan estimasi yang lebih realistis terhadap perilaku dinamik multi-mode. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai kerugian yang diprediksi menggunakan RSA lebih besar dibandingkan LSE pada tingkat gempa sedang hingga sangat kuat; sebagai contoh, kerugian pada gempa kuat menunjukkan peningkatan signifikan karena RSA mampu menangkap efek resonansi dan distribusi energi yang lebih kompleks dalam struktur. Hasil analisis juga mengindikasikan bahwa LSE cenderung memberikan nilai kerugian lebih rendah dan kurang sensitif terhadap perubahan intensitas gempa, sedangkan RSA memberikan gambaran kerusakan yang lebih rinci dan dekat dengan kondisi aktual. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan metode analisis yang tepat dalam estimasi kerugian seismik serta perlunya mempertimbangkan efek dinamik multi-mode untuk memperoleh prediksi risiko gempa yang lebih akurat, komprehensif, dan mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan struktur tahan gempa.
Quality Control Using the Six Sigma Method to Minimize Damage to Type 2268.2 Jars at PT X Charismanda Adilla Tristanto; Muhammad Sufyan Tsaury; Raiza Ika Febriana
Indonesian Journal of Engineering, Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2026): VOL. 03 NO. 01 (JUNE 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/ijenset.v3i1.1482

Abstract

PT X is a plastic jar manufacturing company that produces 14,000 jars per day using 12 machines. A recurring problem is the high number of defective products, which makes lid-to-body assembly difficult. This study aimed to identify the causes of defects and recommend quality improvements using the Six Sigma method. The results showed that the most frequent defects were falling breakage (1,004 cases) and ejection defects (712 cases). Statistical control values (CL, UCL, and LCL) were still within control limits, while the cause-and-effect analysis indicated that human factors were the main source of defects. The key improvement priorities are strengthening SOP implementation and providing better training on injection machine operation. Although the sigma level of 4.1 indicates fairly good performance, quality improvement remains necessary to enhance productivity.
Analisis Tingkatan Gempa terhadap Nilai Kerugian Bangunan Dua Lantai Menggunakan Analisis Statik Ekivalen (LSE) Zikra Fauzan Virawan; Edwin Octavianto Saputra; Muhammad Sufyan Tsaury; Aulia Rizky Akbarrina
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.2 JULI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i2.28744

Abstract

Bangunan dua lantai memiliki karakteristik respons struktur yang dipengaruhi oleh variasi beban gempa pada setiap tingkatan intensitas. Analisis dilakukan menggunakan metode Analisis Statik Ekivalen (LSE) untuk menentukan gaya gempa yang bekerja pada struktur dengan pendekatan linier. Empat tingkatan gempa digunakan, yaitu gempa ringan (0.5 DBE), sedang (1.0 DBE), kuat (1.5 DBE), dan sangat kuat (2.0 DBE). Model bangunan dibuat berdasarkan kondisi eksisting di Kabupaten Klaten dengan properti material beton dan baja yang disesuaikan dengan data rencana. Parameter gempa ditentukan berdasarkan nilai percepatan desain wilayah, kemudian dikalikan dengan faktor masing-masing tingkatan gempa. Hasil analisis diperoleh berupa simpangan antar lantai dan deformasi struktur yang dibandingkan terhadap batasan level kinerja, meliputi Operational (O), Immediate Occupancy (IO), Life Safety (LS), Collapse Prevention (CP), dan Near Collapse (NC). Setiap level kinerja memiliki persentase nilai kerusakan yang digunakan untuk menghitung nilai kerugian dengan mengalikan terhadap nilai total bangunan. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkatan gempa yang bekerja, semakin besar pula nilai kerugian yang terjadi pada bangunan dua lantai berdasarkan hasil analisis statik ekivalen.