Implementasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah menghadapi kendala kolaborasi antarpemangku kepentingan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi melalui analisis faktor strategis dan peran aktor pendidikan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode MACTOR (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives and Recommendations). Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap lima aktor: Kepala Sekolah, Guru, Pengawas Sekolah, Tim IT, dan Peneliti Pendidikan Digital. Analisis mencakup identifikasi tingkat pengaruh, ketergantungan, konvergensi, dan divergensi antaraktor terhadap tujuan strategis. Hasil menunjukkan Peneliti Pendidikan Digital memiliki influence, competitiveness, dan net scale of influence tertinggi. Kompetensi digital guru, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi pemangku kepentingan menjadi prioritas strategis utama, didukung konvergensi tinggi tanpa divergensi kepentingan. Penelitian menghasilkan Collaborative Digital Learning Governance Model yang mengintegrasikan peran seluruh aktor sebagai landasan transformasi pembelajaran digital secara kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026