Guru sekolah dasar memiliki peran ganda, termasuk memberikan dukungan psikologis, namun sering kali menghadapi keterbatasan kompetensi dalam bidang bimbingan dan konseling yang berdampak pada well-being siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bimbingan dan konseling guru kelas melalui pelatihan berbasis Structured Learning Approach (SLA) untuk mendukung pengembangan well-being siswa. Kegiatan ini diikuti oleh 27 guru dari tujuh sekolah dasar di Kota Malang dan diselenggarakan dengan metode hibrida (daring dan luring). Evaluasi program menggunakan desain one-group pretest-posttest, dan data dianalisis menggunakan uji N-Gain untuk mengukur efektivitas serta Uji Wilcoxon untuk menguji signifikansi perbedaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan memiliki tingkat efektivitas dalam kategori "Sedang" dengan perolehan skor rata-rata N-Gain sebesar 0.61. Uji Wilcoxon juga mengkonfirmasi bahwa peningkatan kompetensi peserta dari pre-test ke post-test sangat signifikan secara statistik (p < 0.05). Pelatihan dengan pendekatan SLA terbukti menjadi model intervensi yang efektif untuk membekali guru dengan keterampilan praktis dalam mendukung kesejahteraan psikologis siswa di sekolah dasar.
Copyrights © 2026