Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Teknik Metafora untuk Meningkatkan Efisiensi Proses Konseling di SMK Negeri 5 Malang Diniy Hidayatur Rahman; Devy Probowati; Widya Multisari; Sausanuz Zakiyyah Hamibawani; Arifah Wulandari; Khusnul Khowatim
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v5i1.533

Abstract

This training was held with the aim of increasing the competency of counselors at SMK Negeri 5 Malang in using metaphor techniques in counseling. By increasing counselor competency in using metaphor techniques, it is hoped that counseling services at SMK Negeri 5 Malang can run better and more efficiently. This community service activity will be carried out in the form of training using the flipped classroom model and experiential learning. The flipped classroom model is used to help participants master the concepts and procedures of metaphor techniques in counseling. Meanwhile, experiential learning is used to improve participants' skills in applying metaphor techniques in counseling. This training was carried out by three lecturers at the Department of Guidance and Counseling, State University of Malang and attended by seven counselors at State Vocational School 5 Malang. The training was carried out in three sessions. The first session was held online asynchronously. In this session, participants are asked to study the material independently through the guides and training materials that have been provided. The second training session was carried out online synchronously. In this session, participants were invited to discuss and explore the concept of metaphor that had been studied independently in the first session. In the third session, participants were invited to practice knowledge about metaphors in counseling sessions. Measurements after the training activities showed that there was an increase in the participants' post-test scores compared to the pre-test scores. Based on interviews with participant representatives, it was also known that the participants had a positive impression of all training activities.
Implementasi Pendekatan Structured Learning Approach (SLA) untuk Mengembangkan Kompetensi Bimbingan dan Konseling Guru SD dalam Mendukung Well-Being Siswa Muslihati Muslihati; Ahmad Yusuf Sobri; Ella Faridati Zen; Nur Mega Aris Saputra; Khusnul Khowatim; Muhammad Rafli
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i12026p37-42

Abstract

Guru sekolah dasar memiliki peran ganda, termasuk memberikan dukungan psikologis, namun sering kali menghadapi keterbatasan kompetensi dalam bidang bimbingan dan konseling yang berdampak pada well-being siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bimbingan dan konseling guru kelas melalui pelatihan berbasis Structured Learning Approach (SLA) untuk mendukung pengembangan well-being siswa. Kegiatan ini diikuti oleh 27 guru dari tujuh sekolah dasar di Kota Malang dan diselenggarakan dengan metode hibrida (daring dan luring). Evaluasi program menggunakan desain one-group pretest-posttest, dan data dianalisis menggunakan uji N-Gain untuk mengukur efektivitas serta Uji Wilcoxon untuk menguji signifikansi perbedaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan memiliki tingkat efektivitas dalam kategori "Sedang" dengan perolehan skor rata-rata N-Gain sebesar 0.61. Uji Wilcoxon juga mengkonfirmasi bahwa peningkatan kompetensi peserta dari pre-test ke post-test sangat signifikan secara statistik (p < 0.05). Pelatihan dengan pendekatan SLA terbukti menjadi model intervensi yang efektif untuk membekali guru dengan keterampilan praktis dalam mendukung kesejahteraan psikologis siswa di sekolah dasar.
VALIDITAS KONSTRUK INSTRUMEN FEAR OF NEGATIVE EVALUATION DENGAN METODE CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS (CFA) Khusnul Khowatim; Arbin Janu Setiyowati; Herlina Effendi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.16111

Abstract

ABSTRACT Fear of Negative Evaluation (FNE) is one of the factors associated with social anxiety during adolescence, highlighting the need for an assessment instrument that can accurately measure this construct within the Indonesian cultural context. This study aimed to obtain evidence of content validity and internal structure for the Indonesian version of The Brief Fear of Negative Evaluation Scale II (BFNE-II) among vocational high school students. The adaptation process followed the guidelines of the International Test Commission (2017) through forward translation, translation synthesis, backward translation, and an equivalence assessment conducted by two experts. The study involved 245 students from SMK Negeri 1 Kota Malang, aged 15–19 years, selected using simple random sampling. Content validity was examined using Gregory’s inter-rater agreement index, while the internal structure was assessed through a one-factor Confirmatory Factor Analysis (CFA) using AMOS 23. The results showed a Gregory index of 1.00, while the CFA yielded an adequate model fit with CFI = 0.925, RMSEA = 0.076, and p < 0.001. All 12 items demonstrated positive and significant factor loadings with t > 1.96; therefore, no items were eliminated. These findings provide initial evidence of content validity and internal structure supporting a unidimensional model of the Indonesian BFNE-II among the students studied. Further research should examine reliability, convergent and discriminant validity, and measurement invariance across more diverse samples. ABSTRAK Fear of Negative Evaluation (FNE) menjadi salah satu aspek yang berkaitan dengan kecemasan sosial pada masa remaja, sehingga diperlukan instrumen yang mampu mengukur konstruk tersebut secara tepat dalam konteks budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan memperoleh bukti validitas isi dan struktur internal The Brief Fear of Negative Evaluation Scale II (BFNE-II) versi bahasa Indonesia pada siswa sekolah menengah kejuruan. Proses adaptasi mengacu pada pedoman International Test Commission (2017) melalui tahapan forward translation, sintesis terjemahan, backward translation, dan penilaian kesepadanan oleh dua ahli. Penelitian melibatkan 245 siswa SMK Negeri 1 Kota Malang berusia 15–19 tahun yang dipilih melalui simple random sampling. Validitas isi dianalisis menggunakan indeks kesepakatan antarahli Gregory, sedangkan struktur internal diuji melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA) model satu faktor dengan AMOS 23. Hasil menunjukkan indeks Gregory sebesar 1,00, sedangkan CFA menghasilkan CFI = 0,925, RMSEA = 0,076, dan p < 0,001. Seluruh 12 butir menunjukkan muatan faktor positif dan signifikan dengan nilai t > 1,96 sehingga tidak terdapat butir yang dieliminasi. Temuan ini memberikan bukti awal mengenai kesepadanan isi dan struktur internal BFNE-II versi bahasa Indonesia yang mendukung model satu faktor pada siswa yang diteliti. Pengujian reliabilitas, validitas konvergen dan diskriminan, serta measurement invariance pada karakteristik sampel yang lebih beragam diperlukan pada penelitian berikutnya.