Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pelatihan Perilaku 3R; Right, Reality, Responsible pada Anak Buruh Migran di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang Muslihati Muslihati; Yuliati Holifah; Ella Faridati Zen
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p10-15

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan perilaku positif 3R (right, reality, and responsible) pada anak buruh migran di kecamatan Donomulyo Malang. Wilayah sasaran meliputi desa Mentaraman, Kedung Salam, dan Purwodadi karena memiliki populasi anak buruh migran yang cukup besar. Melalui kajian awal pada Forum Peduli Anak Kecamatan Donomulyo diketahui bahwa permasalahan mitra adalah anak-anak buruh migran cenderung berperilaku negatif, diantaranya suka pergi tanpa pamit, lalai belajar dan ibadah karena bermain, bolos sekolah, dan kurang hormat pada orang tua. Dengan kecenderungan tersebut diasumsikan anak-anak buruh migran perlu dibantu mengembangkan perilaku positif. Untuk itu diperlukan upaya edukasi pengembangan perilaku yang baik dan benar, perilaku realistis dan perilaku bertanggungjawab bagi anak buruh migran. Materi kegiatan meliputi (1) pemahaman diri (2) hakikat perilaku 3R (2) penyusunan rencana diri. Pelatihan dikemas dalam bimbingan kelompok dengan metode PIJAR yaitu Pahami diri, Identifikasi kebutuhan dan harapan, Jelaskan dan evaluasi perilaku saat ini, Arahkan rencana dan solusi dan Realisasi rencanaKata kunci— anak buruh migran, forum peduli anak, perilaku 3R, Metode Pijar. AbstractThis service activity aims to develop positive behaviors of 3R (right, reality, and responsible) for the children of migrant workers in Donomulyo district, Malang. The target areas include the villages of Mentaraman, Kedung Salam, and Purwodadi because they have a large population of migrant workers’ children. Through preliminary studies in the Donomulyo District Children's Care Forum it was found that the problem of partners was that migrant workers’ children tended to behave negatively, including leaving without saying goodbye, neglecting to study and worship because of playing, skipping school, and lacking respect for parents. With this tendency, it is assumed that children of migrant workers need to be helped to develop positive behavior. For this reason, education efforts to develop good and right behavior, realistic behavior and responsible behavior for migrant workers' children are needed. Material activities include (1) self-understanding (2) the nature of behavior 3R (2) preparation of self-plans. The training is packaged in group guidance with the PIJAR method namely Self-Understanding, Identification of needs and expectations, Explain and evaluate current behavior, Navigate plans and solutions and Realize plans.Keywords— child migrant worker, child care forum, 3R behavior, PIJAR Method
METODE ANJANGSANA PADA KOMUNITAS PEMELUK AGAMA MEMUPUK SIKAP TOLERANSI BERAGAMA BAGI KADER PEREMPUAN Yuliati Holifah; Irene Maya Simon; Ella Faridati Zen; Widya Multisari
Jurnal KARINOV Vol 2, No 3 (2019): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v2i3p146-151

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini merupakan penerapan metode kearifan lokal yang sudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam menumbuhkan sikap saling tolong menolong dan saling hormat menghormati antar sesama.. Mengingat kader perempuan antar umat beragama merupakan figure dan perwakilan dari agamanya masing-masing, maka mereka harus dibekali sikap toleransi beragama yang cukup sebelum mensosialisasikan sikap toleransi beragama kepada umat yang lain. Program kemitraan masyarakat ini ditujukan untuk kader PAUB Kota Malang. Iptek yang diterapkan berupa strategi menumbuhkan sikap toleransi beragama melalui metode anjangsana. Dengan metode anjangsana ini dapat menumbuhkan penghayatan dan praktik kegamaan tidak hanya berhenti pada tahap klaim eksklusifisme (aku) yang berujung pada hubungan personal dengan Tuhan, tidak juga pada tahap inklusifisme (kamu) dengan perhatiannya pada perekrutan dukungan teologis atau ideologis (solidaritas), melainkan juga tahap keterbukaan (kita), dimana penghayatan religius atas nilai-nilai kemanusiaan dapat mewujudkan toleransi beragama tidak hanya pada level wacana.  Produk luaran yang dihasilkan berupa modul peningkatan sikap toleransi beragama bagi kader PAUB yang dapat diterapkan pada kader perempuan antar umat beragama di kota-kota lain di Jawa Timur. Kata kunci— Kader perempuan, Metode anjangsana, PAUB, Toleransi beragama.AbstractCommunity service activities are the application of local wisdom methods that have been carried out by the Indonesian people in fostering mutual assistance to help and respect each other respectfully. Considering women cadres among religious communities are figures and representatives of their respective religions, they sufficient religious tolerance must be provided before socializing the attitude of religious tolerance to other people. This community partnership program is intended for PAUB cadres in Malang. The applied science and technology in the form of strategies to foster an attitude of religious tolerance through the method of Anjangsana. With this method of Anjangsana can foster appreciation and religious practice not only stop at the stage of claims of exclusiveness (I) that lead to a personal relationship with God, not also at the stage of inclusiveism (you) with attention to the recruitment of theological or ideological support (solidarity), but also the stage of openness (us), where the religious appreciation of human values can realize religious tolerance not only at the level of discourse. The output products produced were in the form of modules to increase religious tolerance for PAUB cadres which could be applied to interfaith women cadres in other cities in East Java.Keywords— Female cadres, Anjangsana method, PAUB, religious tolerance
Kombinasi teknik klarifikasi nilai dan permainan peran terstruktur untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa sekolah menengah atas Ari Yoga Pratama; Ella Faridati Zen; Widada Widada; Eko Pramudya Laksana
Teacher in Educational Research Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ter.v3i2.149

Abstract

Penyesuaian sosial untuk beberapa siswa merupakan suatu hal yang cukup menantang. Hal ini perlu ditindaklanjuti konselor sekolah dengan menyusun program layanan yang dapat meningkatkan kemampuan penyesuaian sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan kombinasi teknik permainan peran terstruktur dan klarifikasi nilai untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa sekolah menengah atas (SMA) di sekolah. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah empat belas siswa SMA dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa inventori penyesuaian sosial, pedoman eksperimen, dan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data statistik non-parametric uji beda Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi teknik permainan peran terstruktur dan klarifikasi nilai, efektif meningkatkan penyesuaian sosial siswa SMA di sekolah. A combination of value clarification technique and structured role play to improve students' social adjustment in senior high school Abstract: Social adjustment for some students is quite challenging. This needs to be followed up by school counselors by developing service programs that can improve students' social adjustment skills. This study aims to examine the effectiveness of a combination of structured role-playing techniques and value clarification to improve the social adjustment of senior high school (SMA) students at school. The research design used was one group pretest-posttest design. The research subjects were fourteen high school students selected using a purposive sampling technique. The research instruments were social adjustment inventories, experimental guidelines, and observation sheets. This study used non-parametric statistical data analysis techniques Wilcoxon t-test. The results showed that the combination of structured role-playing and value clarification techniques was effective in improving high school student's social adjustment at school.
Pengembangan Media Bimbingan Cara Berinteraksi dengan Siswa Tunarungu dalam Bentuk Video Edukasi di SMK Inklusi Defi Ratnasari; Ella Faridati Zen; Muslihati Muslihati
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.002 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i22021p156-161

Abstract

Abstract: This research goal to develop a media guidance how to interact with hearing impairment students in inclusive school. The research use model of Borg and Gall in 5 steps, namely (1) data collection, (2) planning, (3) designing the initial media format, (4) test validation, and (5) revision. The results from the validation test of material, media, and prospective users show that the average percentage of accuracy is 81.25 percent, utility is 86 percent, convenience is 86.67 percent, and attractiveness is 86.53 percent. These results indicate the media have been qualified in the acceptance to use in providing guidance service in inclusion school. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media bimbingan cara berinteraksi dengan siswa tunarungu di sekolah inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian Borg and Gall dalam 5 tahap yaitu (1) pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) merancang format awal media, (4) uji validasi, dan (5) revisi. Hasil perolehan dari uji validasi ahli materi, media, dan calon pengguna menunjukkan rata-rata prosetase ketepatan sebesar 81,25 persen, kegunaan sebesar 86 persen, kemudahan sebesar 86,67 persen, dan kemenarikan sebesar 86,53 persen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media yang dikembangkan oleh peneliti telah memenuhi syarat keberterimaan dan layak digunakan sebagai media penunjang dalam memberikan layanan bimbingan di sekolah inklusi.
Pengembangan Buku Panduan Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Akademik Siswa SMK Dede Ayu Anggraeni; Ella Faridati Zen; Lutfi Fauzan
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.714 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i32021p162-169

Abstract

Abstract: This research is a research and development which aims to produce a group counseling manual with the behavior contract technique to increase the academic responsibility of students in vocational schools that are theoretically and practically acceptable. This research procedure adapted Borg and Gall's development model, namely knowing the potentials and problems found, collecting data and information, designing product guides, testing products by experts, and revising the final product. The results of the product trials indicated that the assessment of media experts and potential users stated that the product was "very feasible", while the assessment of the material experts stated that the content of the material in the product was "quite feasible". Thus, it can be concluded that the group counseling guide product with the behavior contract technique to increase the academic responsibility of students in vocational schools has gone through a product expert test based on the acceptance criteria for the format and content of the material. Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah buku panduan konseling kelompok dengan teknik behavior contract untuk meningkatkan tanggung jawab akademik siswa di SMK yang berterima secara teoritis maupun praktis. Prosedur penelitian ini mengadaptasi model pengembangan Borg dan Gall, yaitu mengetahui potensi dan masalah yang ditemukan, mengumpulan data dan informasi, mendesain produk panduan, menguji coba produk oleh para ahli, dan merevisi produk akhir. Hasil uji coba produk menunjukkan bahwa penilaian dari ahli media dan calon pengguna menyatakan bahwa produk “sangat layak” sedangkan penilaian dari ahli materi menyatakan bahwa isi materi dalam produk “cukup layak”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk panduan konseling kelompok dengan teknik behavior contract untuk meningkatkan tanggung jawab akademik siswa di SMK telah melalui uji ahli produk berdasarkan kriteria keberterimaan format dan isi materi.
Pengembangan Paket Pelatihan Bimbingan Dengan Teknik Outbound untuk Mengembangkan Resiliensi Siswa SMP Lila Puspitaningrum; Blasius Boli Lasan; Ella Faridati Zen
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.3 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i42021p321-327

Abstract

Abstract: The purpose of this development research is to produce a training package for guidance with outbound techniques to develop resilience of junior high school students who meet the acceptance criteria. The steps of this development are (1) the preparation stage consisting of literature review, analysis of needs and potential problems, determining development objectives and preparing the necessary materials (2) the development stage consisting of preparing a product prototype and product design (3) the validation stage consisting of initial product testing, revision I, testing of prospective product users, revision II and final product preparation. The results showed that outbound techniques to develop resilience in junior high school students met the appropriate requirements for counseling guidance services by counselors. Abstrak: Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan paket pelatihan bimbingan dengan teknik outbound untuk mengembangkan resiliensi siswa SMP yang memenuhi kriteria keberterimaan. Langkah dari pengembangan ini adalah (1) tahap persiapan yang terdiri dari kajian pustaka, analisis kebutuhan dan potensi masalah, menentukan tujuan pengembangan dan menyiapkan bahan yang diperlukan (2) tahap pengembangan terdiri dari penyusunan prototype produk dan desain produk (3) tahap validasi terdiri dari uji coba produk awal, revisi I, uji coba calon pengguna produk, revisi II dan penyusunan produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan teknik outbound untuk mengembangkan resiliensi pada siswa SMP telah memenuhi syarat yang layak digunakan untuk layanan bimbingan konseling oleh konselor.
Pengembangan Panduan Konseling Kelompok Teknik Psikodrama untuk Mengatasi Masalah Psychological Well-Being Siswa SMP Sityalawia H. Kaedati; Ella Faridati Zen; Lutfi Fauzan
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.75 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i52021p401-409

Abstract

Abstract: This research goal is to develop a group counseling guide for psychodrama techniques to overcome problems psychological well-being in junior high school students. Guidelines are used by counselors in providing guidance and counseling services that have accuracy, usefulness, convenience, and attractiveness, and can be both beneficial and acceptable. theory and practicality. The research method used is the Borg and Gall research model in 7 stages, namely (1) data collection, (2) planning, (3) designing the initial media format, (4) validation testing, (5) product revision, 6) product user testing. , 7) final revision. The results of the validation test from material experts showed a validity index of 0.73 and was included in the high category, media experts showed a percentage of 3.89 which was included in the very high category and potential product users with a percentage of 3.77 were still in the very high category. These results indicate that the guide developed by the researcher has met the acceptance criteria and is suitable for use by counselors as a guide in providing guidance and counseling services in schools. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan panduan konseling kelompok teknik psikodrama untuk mengatasi masalah psychological well-being pada siswa SMP. Panduan digunakan oleh konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang memiliki ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan, serta dapat bermanfaat sekaligus diterima secara teori maupun kepraktisannya. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian Borg and Gall dalam 7 tahap yaitu (1) pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) merancang format awal media, (4) uji validasi, (5) revisi produk, 6) uji pengguna produk, 7) revisi akhir. Hasil uji validasi dari ahli materi menunjukan indeks validitas sebesar 0,73 dan masuk dalam kategori tinggi, ahli media menunjukan persentase sebesar 3,89 masuk dalam kategori sangat tinggi dan calon pengguna produk dengan persentase 3,77 masih dalam kategori sangat tinggi. Hasil tersebut menunjukan bahwa panduan yang dikembangkan oleh peneliti telah memenuhi kriteria keberterimaan dan layak digunakan oleh konselor sebagai panduan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Pengembangan Panduan Konseling Kelompok Teknik Restrukturisasi Kognitif untuk Mereduksi Kecemasan Komunikasi Siswa SMA Dini Fatihah; Ella Faridati Zen; Blasius Boli Lasan
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.324 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i62021p465-475

Abstract

Abstract: This study aims to develop a restructuring technique group counseling guide to reduce the high school student population. Preparatory guide for counselors in providing counseling services, reducing communication pool. The research method uses the Research and Development model, with 4 stages, namely (1) potential problems, (2) data management, (3) product design, and (4) design validation. The results of the total validation test on expert numeric data show a percentage of 73 percent, in the high enough category, the results of the validation test on the total data for media expert numbers show a percentage of 92 percent, in the very high category and the overall validation test results on the data on the number of potential product users with the percentage of 97.5 percent, is also in a very high category. The numerical data from BK experts, media experts and potential users show that the guidelines developed by researchers have met the acceptance criteria and are suitable for use by counselors as a guide in providing counseling services to reduce communication in communication. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan konseling kelompok teknik restrukturisasi untuk mereduksi kecemasan komunikasi siswa SMA. Panduan disiapkan untuk konselor dalam memberikan layanan konseling, mereduksi kecemasan komunikasi. Metode penelitian menggunakan model Research and Development, dengan 4 tahapan yakni (1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, dan (4) validasi desain. Hasil uji validasi ahli materi secara keseluruhan menunjukan persentase sebesar 73 persen, dalam kategori cukup tinggi, berarti cukup layak. Hasil uji validasi ahli media pada keseluruhan data menunjukan persentase sebesar 92 persen, dalam kategori sangat tinggi, artinya sangat layak, dan hasil uji validasi calon pengguna produk secara keseluruhan menunjukkan persentase 97,5 persen, juga dalam kategori sangat tinggi, artinya sangat layak. Maka dapat disimpulkan bahwa panduan yang dikembangkan oleh peneliti telah memenuhi kriteria keberterimaan dan layak digunakan oleh konselor sebagai panduan dalam memberikan layanan konseling untuk mereduksi kecemasan dalam komunikasi.
Hubungan antara Self Esteem dan Self Regulation dengan Fear of Missing Out (FOMO) Siswa SMA Naya Sintiawan; Arbin Janu Setiyowati; Ella Faridati Zen
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.317 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i92021p738-745

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship between self esteem and self regulation with fear of missing out. The research design used is descriptive correlational. The research sample amounted to 154 students obtained through purposive sampling technique. The instruments used are self esteem scale, self regulation scale and fear of missing out scale which have been tested for validity and reliability. The analysis technique used is Pearson Product Moment correlation and multiple correlation. The results showed that there was no relationship between self esteem and self regulation with fear of missing out students of SMA Negeri 7 Malang. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dan self regulation dengan fear of missing out. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 154 siswa yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel sampling purposive. Instrumen yang digunakan adalah skala self esteem, skala self regulation dan skala fear of missing out yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis yang digunakan korelasi Pearson Product Moment dan korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara self esteem dan self regulation dengan fear of missing out siswa SMA Negeri 7 Malang.
Profil Tingkat Stres Akademik Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dalam Pembelajaran Daring selama Pandemi Covid-19 di Universitas Negeri Malang Justice Afifah Ulul Albab; Ella Faridati Zen; Lutfi Fauzan
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i52022p422-431

Abstract

Abstract: The stress experienced by students generally leads to academic stress. The phenomenon found in FIP UM, some students experienced barriers to learning online during the covid-19 pandemic. These obstacles have an impact on physical and psychological conditions, thus interfering with the optimal development of students. The purpose of this study was to determine the level of academic stress of S1 FIP UM students in online learning during the covid-19 pandemic. This research uses survey method with quantitative approach and descriptive design. The results of this study indicate that as many as 42 students are in the category of low academic stress with a percentage of 13.5 percent which means very few students have low levels of academic stress. A total of 184 students were in the category of moderate academic stress with a percentage of 59.2 percent, which means quite a number of students have moderate levels of academic stress. Furthermore, as many as 85 students are in the category of high academic stress with a percentage of 27.3 percent which means that few students have high levels of academic stress. Abstrak: Stres yang dialami mahasiswa umumnya mengarah ke stres akademik. Fenomena yang ditemukan di FIP UM, beberapa mahasiswa mengalami hambatan belajar secara daring selama pandemi covid-19. Hambatan tersebut berdampak pada kondisi fisik dan psikologis, sehingga menggangu tugas perkembangan mahasiswa yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat stres akademik mahasiswa S1 FIP UM dalam pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 42 mahasiswa berada di kategori stres akademik rendah dengan persentase sebesar 13,5 persen yang berarti sangat sedikit mahasiswa memiliki tingkat stres akademik rendah. Sebanyak 184 mahasiswa berada di kategori stres akademik sedang dengan persentase sebesar 59,2 persen yang berarti cukup banyak mahasiswa memiliki tingkat stres akademik sedang. Selanjutnya, sebanyak 85 mahasiswa berada di kategori stres akademik tinggi dengan persentase 27,3 persen yang berarti sedikit mahasiswa memiliki tingkat stres akademik tinggi.