Permasalahan utama yang diidentifikasi dan melatarbelakangi program Pengabdian kepada Masayarakat ini adalah adanya kurangnya kemampuan Bahasa Inggris di antara staf pemandu (Tour Guide Staff) di semarang zoo. Hal tersebut menghambat pelayanan optimal bagi wisatawan mancanegara, terutama dalam beramah-tamah. mendeskripsikan satwa dan menangani pertanyaan teknis. Sehingga, program pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi komunikasi staf pemandu di Semarang Zoo dalam menggunakan Bahasa Inggris secara profesional. Metode yang diterapkan adalah blended learning, yang mencakup sesi teori daring dan simulasi luring langsung di lapangan yang diikuti oleh 5 peserta. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes untuk mengukur peningkatan keterampilan komunikasi dalam Bahasa Inggris dan angket untuk mengukur kepuasan terhadap program pelatihan ini. Hasil dari pelatihan ini dianalisis secara deskriptif peningkatan rata-rata hasil pre-test dan post-test serta kepuasan peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman kosakata teknis satwa dan etika pelayanan profesional. Evaluasi melalui pre-test dan post-test mencatat kenaikan nilai rata-rata sebesar 10 poin, dari 65-70 menjadi 76,6. Selain itu, 80% peserta memberikan penilaian sangat puas terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Simpulannya, pelatihan berbasis simulasi lapangan ini sangat efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri staf dan mendukung citra Semarang Zoo sebagai destinasi wisata berstandar internasional.
Copyrights © 2026