Kekerasan verbal dalam keluarga muslim masih menjadi isu tersembunyi yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis anggota keluarga dan stabilitas rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai instrumen preventif dalam mengurangi praktik kekerasan verbal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan analisis dokumen modul pengajian keluarga terhadap 24 partisipan di tiga wilayah urban. Analisis tematik mengungkap tiga temuan utama: (1) PAI berperan sebagai kerangka normatif yang menginternalisasi nilai akhlakul karimah dan komunikasi berbasis rahmah; (2) implementasi PAI dalam keluarga lebih efektif ketika diintegrasikan dengan praktik tarbiyah rutin dan literasi emosional; (3) hambatan utama terletak pada kesenjangan antara pengetahuan agama dan praktik harian, serta pengaruh media digital yang menormalisasi agresi verbal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pencegahan berbasis nilai religius yang dapat diadaptasi oleh lembaga pendidikan dan konseling keluarga. Rekomendasi kebijakan menekankan perlunya integrasi modul PAI keluarga yang kontekstual dan pelatihan komunikasi empatik bagi orang tua.
Copyrights © 2025