Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Dengan Menggunakan Model Circuit Learning di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali Ritawati Ritawati; Muhammad Sabli; Ani Pajrini
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 1 No 2 (2021): (September)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.816 KB)

Abstract

Peneliti sebagai guru mencoba menerapkan model Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart dengan orientasi belajar bagi siswa. Aktivitas siswa mengalami peningkatan menjadi lebih baik seiring dengan efektifitas pembelajaran yang dilakukan. Model pembelajaran yang inovatif seperti Model Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart telah mendukung dan membangkitkan potensi siswa untuk belajar aktif. Siswa dibimbing dalam bentuk individu, agar pembelajaran yang didapat lebih baik. Dari kedua siklus tersebut terlihat bahwa hasil belajar siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali lebih meningkat jika pembelajaran dilakukan dengan menggunakan Model Circuit Learning dan Model Kemmis dan Mc Taggart. Pada siklus I materi Sumber Daya Alam menggunakan Model Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart nilai rata-rata siswa adalah 71,86%, sedangkan pada siklus II dengan materi Sumber Daya Alam menggunakan Model Pembelajaran Sirkuit dan Kemmis dan Mc Model Taggart siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali rata-rata nilai siswa mencapai 86,36. Dengan melihat tabel hasil tes pada siklus II, ternyata hasil belajar siswa meningkat dari 71,86 pada siklus I dengan kategori cukup, menjadi 86,36 pada siklus II dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali pada pembelajaran IPA Materi Sumber Daya Alam dengan Model Pembelajaran Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Dampak Pelaksanaan Supervisi Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri Padang Utara Halimah Tusadiyah; Muhammad Sabli
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 6 No 2 (2019): (Oktober 2019)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v6i2.133

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah pelaksanaan supervise berdampak terhadap kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Padang Utara.Untuk menjawab masalah penelitian ini, Peneliti menyatakan hipotesis yang telah diuji yakni pelaksanaan supervise berdampak positif terhadap kinerja guru. Teknik penelitian ini adalah stratified random sampling, jumlah sampel 65 guru yang dipilih secara acak dari 201 Guru Sekolah Dasar Negeri Padang Utara. Untuk mengumpulkan data dengan angket model skala likert yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Teknik analisis yakni statistik deskriptif inferensial dengan menggunakan korelasi dan regresi.Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi berdampak signifikan terhadap kinerja Guru sebesar 20,6%. Berdasarkan temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan supervise berperan penting dalam meningkatkan kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Padang Utara selain Faktor – factor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Dengan Menggunakan Model Circuit Learning di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali Ritawati Ritawati; Muhammad Sabli; Ani Pajrini
el-Madib: Basic Education Journal Vol. 1 No. 2 (2021): (September)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti sebagai guru mencoba menerapkan model Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart dengan orientasi belajar bagi siswa. Aktivitas siswa mengalami peningkatan menjadi lebih baik seiring dengan efektifitas pembelajaran yang dilakukan. Model pembelajaran yang inovatif seperti Model Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart telah mendukung dan membangkitkan potensi siswa untuk belajar aktif. Siswa dibimbing dalam bentuk individu, agar pembelajaran yang didapat lebih baik. Dari kedua siklus tersebut terlihat bahwa hasil belajar siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali lebih meningkat jika pembelajaran dilakukan dengan menggunakan Model Circuit Learning dan Model Kemmis dan Mc Taggart. Pada siklus I materi Sumber Daya Alam menggunakan Model Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart nilai rata-rata siswa adalah 71,86%, sedangkan pada siklus II dengan materi Sumber Daya Alam menggunakan Model Pembelajaran Sirkuit dan Kemmis dan Mc Model Taggart siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali rata-rata nilai siswa mencapai 86,36. Dengan melihat tabel hasil tes pada siklus II, ternyata hasil belajar siswa meningkat dari 71,86 pada siklus I dengan kategori cukup, menjadi 86,36 pada siklus II dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Tanah Bekali pada pembelajaran IPA Materi Sumber Daya Alam dengan Model Pembelajaran Circuit Learning dan model Kemmis dan Mc Taggart dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Teachers’ Strategies in Utilizing Digital Based Instructional Materials to Enhance Students’ Learning Motivation in Akhlak Courses at an Indonesian Islamic Boarding School Manisha Victoria; Muhammad Sabli; Andryadi Andryadi; Wiwin Narti; Ulfa Adilla
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i22021p310

Abstract

This study examines how Akhlak teachers design and enact strategies for using digital instructional materials to raise student learning motivation in a traditional Indonesian pesantren setting. Employing a qualitative case study design at Pondok Pesantren Darul Ulum Rimbo Bujang in Jambi Province, the research drew on participatory observation across twelve weeks of instruction, semi structured interviews with two Akhlak teachers, four eleventh grade students, and one pesantren administrator, and a documentary review of lesson plans and digital teaching artifacts. Data were analyzed through the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, with credibility established through source and method triangulation, prolonged engagement, and member checking. The analysis surfaces three interlocking findings. First, baseline motivation was depressed by a combination of one way lecturing, low perceived relevance, fatigue from a dense pesantren timetable, and constrained digital infrastructure. Second, teachers responded by gradually building Technological Pedagogical Content Knowledge through self directed learning and peer collaboration, then redesigning Akhlak content into short videos, animated narratives of prophetic exemplars, and case based e modules circulated through a controlled channel. Third, a flipped blended arrangement, paired with formative quizzes and reflective journals, produced observable shifts in attendance, classroom participation, and the students’ capacity to connect Islamic ethical concepts to lived dilemmas. The study argues that digital materials become motivationally effective in pesantren only when teacher competence, content design, and institutional adaptation move together
Constructing Students Disciplinary Character through Hidden Curriculum in the Pesantren Tradition: An Educational Technology Perspective Amelia Sapitri; Noviriani Noviriani; Muallimin Muallimin; Nur Hikmah; Hijriah Afika; Muhammad Sabli
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v7i22022p179

Abstract

This study analyses the construction of students disciplinary character through the hidden curriculum mechanism in the Islamic boarding school tradition at Pondok Pesantren Al Fatah, while examining the role of educational technology as a mediating factor in the pesantren moral ecosystem. The research employed a qualitative approach with a single case study design. Informants were selected through purposive sampling, consisting of seven senior students and three teachers. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis, then analysed following the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation, method triangulation, and member checking. The findings reveal that disciplinary character is constructed through collective prayer habituation, structured rules with social supervision, teacher role modelling, and peer reinforcement culture. Discipline evolves from external compliance toward internalised awareness embedded in students identities. Selective adoption of educational technology reinforces the hidden curriculum through activity monitoring, documentation of moral practices, and enrichment of learning content, although it also introduces risks of distraction from open digital media exposure. The study confirms that the pesantren tradition functions as a moral ecosystem that systematically reproduces values through structured daily practices. The findings imply the need for educational technology integration designs that are sensitive to the pesantren hidden pedagogy, so that digital transformation reinforces rather than replaces existing character formation mechanisms.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI INSTRUMEN PENCEGAHAN KEKERASAN VERBAL DALAM KELUARGA MUSLIM: STUDI KUALITATIF DESKRIPTIF DI KOMUNITAS URBAN Siti Rofiatul Mukaromah; Sriani Sriani; Sugeng Kurniawan; Muhammad Sabli; Novi Riani; Baili Baili
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.59585

Abstract

Kekerasan verbal dalam keluarga muslim masih menjadi isu tersembunyi yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis anggota keluarga dan stabilitas rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai instrumen preventif dalam mengurangi praktik kekerasan verbal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan analisis dokumen modul pengajian keluarga terhadap 24 partisipan di tiga wilayah urban. Analisis tematik mengungkap tiga temuan utama: (1) PAI berperan sebagai kerangka normatif yang menginternalisasi nilai akhlakul karimah dan komunikasi berbasis rahmah; (2) implementasi PAI dalam keluarga lebih efektif ketika diintegrasikan dengan praktik tarbiyah rutin dan literasi emosional; (3) hambatan utama terletak pada kesenjangan antara pengetahuan agama dan praktik harian, serta pengaruh media digital yang menormalisasi agresi verbal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pencegahan berbasis nilai religius yang dapat diadaptasi oleh lembaga pendidikan dan konseling keluarga. Rekomendasi kebijakan menekankan perlunya integrasi modul PAI keluarga yang kontekstual dan pelatihan komunikasi empatik bagi orang tua.
GURU PAI SEBAGAI AGEN MORAL: KONTRIBUSI DALAM MEMBANGUN AKHLAK MULIA SISWA FASE D Novita Puji Astuti; Siti Khamim; Muhammad Sabli; Baili Baili; Dali Mawanti; Zulpan Zulpan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai agen moral dalam membangun akhlak mulia siswa Fase D di Kabupaten Muara Bungo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin kompleksnya tantangan moral yang dihadapi siswa di era digital, sehingga diperlukan peran strategis guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh dari informan yang terdiri atas guru PAI, siswa, dan pihak sekolah melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki kontribusi signifikan sebagai agen moral melalui beberapa peran utama, yaitu sebagai teladan (uswah hasanah), pembimbing, dan fasilitator dalam pembentukan akhlak siswa. Implementasi peran tersebut dilakukan melalui strategi keteladanan, pembiasaan kegiatan religius, pendekatan bimbingan yang persuasif, serta integrasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran kontekstual. Selain itu, ditemukan bahwa terdapat berbagai tantangan dalam pembentukan akhlak siswa, seperti pengaruh media digital, lingkungan sosial, dan kurangnya dukungan keluarga.Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan akhlak siswa tidak hanya bergantung pada peran guru, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MATA PELAJARAN PAI TERHADAP PENGEMBANGAN BERPIKIR KRITIS RELIGIUS SISWA: STUDI MIXED-METHODS DI MTSS AL-IKHLAS SUNGAI ARANG BUNGO Syukur Arianto; Muhammad Sabli; Mabruri Mabruri; Andryadi Andryadi; Noviriani Noviriani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60038

Abstract

Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berdiferensiasi dan pengembangan kompetensi holistik, termasuk dimensi berpikir kritis religius dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PAI terhadap pengembangan berpikir kritis religius siswa di MTsS Al-Ikhlas Sungai Arang, Kabupaten Bungo. Desain penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods eksplanatori sekuensial. Sampel kuantitatif terdiri dari 84 siswa kelas VII dan VIII yang dipilih secara purposive, dilengkapi instrumen tes berpikir kritis religius (reliabilitas α=0,87) dan wawancara mendalam dengan 4 guru PAI serta 6 siswa. Analisis kuantitatif menggunakan uji-t berpasangan dan regresi linear sederhana, sementara analisis kualitatif menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor berpikir kritis religius (t=6,421, p<0,001, d=0,89) dengan kontribusi implementasi Kurikulum Merdeka sebesar 62%. Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa pendekatan proyek, diferensiasi konteks lokal, dan refleksi nilai Islam memperkuat kemampuan analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan berlandaskan dalil. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru dalam merancang asesmen autentik berbasis HOTS serta integrasi konteks kearifan lokal dalam modul ajar PAI.
RITME HAFALAN SANTRI DALAM PEMBELAJARAN TAHFIDZ BERBASIS METODE MANZIL DIPONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN AZIZIYAH Lora Fataisyadijah Ramadhani; Noviriani Noviriani; Najib Burrahman; Andika Andika; Muhammad Sabli; Mabrui Mabrui
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v4i1.60043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ritme hafalan santri dalam pembelajaran tahfidz berbasis metode manzil di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Aziziyah, serta mengkaji penerapan metode tersebut dalam menjaga kualitas hafalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritme hafalan santri terbentuk melalui pola yang terstruktur dan berkelanjutan, yang mengintegrasikan metode sabaq (hafalan baru), sabqi (pengulangan hafalan baru), dan Manzil (pengulangan hafalan lama). Metode manzil berperan penting dalam menjaga kestabilan hafalan dengan sistem muraja’ah yang rutin dan terjadwal, sehingga mampu meningkatkan daya ingat jangka panjang, kelancaran bacaan, serta ketepatan tajwid. Selain itu, ritme hafalan dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi dan kedisiplinan santri, serta faktor eksternal seperti peran ustadz, dukungan orang tua, dan lingkungan pesantren. Dengan demikian, penerapan metode manzil yang didukung oleh manajemen waktu yang baik dan lingkungan yang kondusif terbukti efektif dalam meningkatkan dan menjaga kualitas hafalan Al-Qur’an santri.
The Strengthening of Integrity Character through Exemplary Practices in Islamic Religious Education Romi Romi; Muhammad Sabli; Sugeng Kurniawan; Sriani Sriani; Ulfa Adilla; Sonia Yulia Friska
The Future of Education Journal Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v1i2.1969

Abstract

The decline of moral integrity among students has become a strategic challenge in the national education system, particularly at the junior secondary Islamic school level, where adolescents are undergoing a critical stage of moral identity development. This study aims to analyze the implementation, impacts, and supporting and inhibiting factors of strengthening integrity character through exemplary-based Islamic Religious Education (IRE) at MTs Tarbiyah Islamiyah Tanjung Agung, Bungo Regency. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving Islamic Religious Education teachers, students, the school principal, and parents. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, while source and method triangulation were applied to ensure data trustworthiness. The findings reveal that: (1) the implementation of exemplary practices in Islamic Religious Education was reflected in teachers’ behavioral consistency, transparent assessment practices, ethical communication, and the integration of integrity values into co-curricular activities; (2) exemplary-based learning significantly strengthened the cognitive, affective, and behavioral dimensions of students’ integrity, as evidenced by a reduction in cheating practices, increased honesty in completing assignments, and greater courage in making consistent moral decisions; and (3) supporting factors included a religious school culture, parental involvement, and teacher commitment, while inhibiting factors comprised digital distractions, peer pressure, limited character assessment instruments, and teachers’ administrative workload. These findings confirm the relevance of exemplary role-modeling theory in Islamic pedagogy and Social Cognitive Theory within the context of contemporary Islamic secondary education. The study recommends the development of operational guidelines for exemplary practices among Islamic Religious Education teachers, the integration of character assessment into school evaluation systems, and the provision of continuous reflective professional development for educators.