Penurunan ketertarikan generasi muda terhadap alat musik tradisional merupakan dampak nyata dari arus globalisasi dan modernisasi yang memicu terjadinya diskoneksi pengetahuan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kognitif dan keterampilan psikomotorik dasar siswa dalam memainkan instrumen kecapi Bugis-Makassar. Mitra pengabdian adalah SMA Negeri 3 Pangkep dengan subjek sasaran sebanyak 32 siswa kelas X IPS 1. Metode pelaksanaan diterapkan melalui tiga tahapan terstruktur, yaitu tahap persiapan (observasi dan penyusunan modul), tahap pelaksanaan inti (transformasi teori organologi, teknik petikan dasar, dan pengenalan laras Salendro serta Pelog), dan tahap praktik terbimbing (ansambel lagu daerah "Indologo"). Kegiatan dilaksanakan secara intensif pada tanggal 15–17 Maret 2026. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek apresiasi dan keterampilan motorik halus siswa, di mana pada hari ketiga peserta telah mampu mengartikulasikan melodi dasar lagu "Indologo" dalam versi satu oktaf secara berkelompok. Faktor pendukung utama kegiatan ini adalah tingginya motivasi intrinsik siswa dan dukungan tata pamong sekolah, sementara hambatan logistik berupa keterbatasan durasi dan rasio instrumen diantisipasi melalui metode peer learning berbasis rotasi kelompok. Kegiatan ini berhasil mengonversi pengenalan seni tradisi menjadi model pembelajaran praktis yang efektif bagi generasi muda.
Copyrights © 2026