Sri Darmawati
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN DASAR OLAH VOKAL SISWA SANGGAR SENI EX ART SMAN 3 PANGKEP Sri Darmawati; Faidhul Inayah; Selfa Afia; Dani Fajrul Arisyi; Muh. Afif Novaldy Hattah
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.84882

Abstract

Kemampuan vokal merupakan salah satu kompetensi esensial dalam seni pertunjukan, terutama pada kegiatan ekstrakurikuler sanggar seni di lingkungan sekolah, seperti halnya pada sanggar seni EX Art SMAN 3 Pangkep. Namun demikian, sebagian besar siswa belum menguasai teknik dasar olah vokal yang mencakup pernapasan, artikulasi, intonasi, resonansi, dan ekspresi dalam bernyanyi. Keterbatasan tersebut berdampak pada rendahnya kualitas performa seni serta menurunnya kepercayaan diri siswa dalam mempresentasikan karya seni, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui pendekatan pelatihan partisipatif yang mencakup penyampaian materi teoretis, demonstrasi teknik olah vokal, praktik terbimbing, serta evaluasi capaian kemampuan vokal siswa. Pelaksanaan kegiatan dirancang dalam empat tahapan, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan praktik, dan penilaian hasil latihan. Sasaran kegiatan ini adalah siswa anggota sanggar seni sekolah yang memiliki minat dan potensi di bidang seni musik dan vokal. Hasil kegiatan mengindikasikan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengaplikasikan teknik dasar olah vokal, meliputi pengelolaan pernapasan secara tepat, kejelasan pelafalan, serta kemampuan menjaga ketepatan nada dan tempo. Di samping itu, kegiatan pelatihan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri, kemampuan kolaboratif, dan daya kreativitas siswa dalam konteks seni pertunjukan. Dengan demikian, pelatihan dasar olah vokal terbukti menjadi salah satu intervensi yang efektif dalam mendukung pengembangan kompetensi seni siswa sekaligus meningkatkan mutu kegiatan sanggar seni di sekolah.
PKM PELATIHAN DASAR PENGENALAN KECAPI BUGIS-MAKASSAR BAGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 PANGKEP Sri Darmawati; Faidhul Inayah; Muhammad Syafruddin Akmal; Andi Aryani; Andi Fauziyah Hijrina Fatimah
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.86091

Abstract

Penurunan ketertarikan generasi muda terhadap alat musik tradisional merupakan dampak nyata dari arus globalisasi dan modernisasi yang memicu terjadinya diskoneksi pengetahuan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kognitif dan keterampilan psikomotorik dasar siswa dalam memainkan instrumen kecapi Bugis-Makassar. Mitra pengabdian adalah SMA Negeri 3 Pangkep dengan subjek sasaran sebanyak 32 siswa kelas X IPS 1. Metode pelaksanaan diterapkan melalui tiga tahapan terstruktur, yaitu tahap persiapan (observasi dan penyusunan modul), tahap pelaksanaan inti (transformasi teori organologi, teknik petikan dasar, dan pengenalan laras Salendro serta Pelog), dan tahap praktik terbimbing (ansambel lagu daerah "Indologo"). Kegiatan dilaksanakan secara intensif pada tanggal 15–17 Maret 2026. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek apresiasi dan keterampilan motorik halus siswa, di mana pada hari ketiga peserta telah mampu mengartikulasikan melodi dasar lagu "Indologo" dalam versi satu oktaf secara berkelompok. Faktor pendukung utama kegiatan ini adalah tingginya motivasi intrinsik siswa dan dukungan tata pamong sekolah, sementara hambatan logistik berupa keterbatasan durasi dan rasio instrumen diantisipasi melalui metode peer learning berbasis rotasi kelompok. Kegiatan ini berhasil mengonversi pengenalan seni tradisi menjadi model pembelajaran praktis yang efektif bagi generasi muda.