Kebiasaan mengelola uang saku merupakan bagian penting dari pembentukan kecakapan finansial siswa. Namun, hasil observasi awal dan koordinasi dengan pihak SMA Negeri 1 Limboto Barat menunjukkan bahwa siswa belum terbiasa menyusun anggaran, mencatat pengeluaran, menentukan prioritas kebutuhan, dan menetapkan target tabungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan dasar pengelolaan uang saku melalui pembelajaran yang praktis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Program melibatkan 30 siswa kelas X dan XI dengan menggunakan ceramah interaktif, diskusi kasus, praktik penyusunan anggaran mingguan, pencatatan arus kas sederhana, dan simulasi pengambilan keputusan finansial. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui pengamatan partisipasi, penilaian lembar kerja, hasil simulasi, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengelompokkan kebutuhan dan keinginan, menyusun rencana penggunaan uang saku, mencatat pemasukan serta pengeluaran, dan memasukkan alokasi tabungan dalam anggaran sederhana. Simulasi kasus juga membantu peserta mempertimbangkan manfaat, prioritas, dan saldo yang tersedia sebelum mengambil keputusan pembelian. Capaian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan uang saku sebagai media pembelajaran mampu memberikan pengalaman finansial yang kontekstual bagi siswa. Meskipun belum mengukur perubahan perilaku jangka panjang secara kuantitatif, kegiatan ini menghasilkan dasar keterampilan yang dapat dikembangkan melalui pendampingan dan pembiasaan pencatatan keuangan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026