Bulu tangkis tidak hanya berperan sebagai olahraga prestasi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kecakapan hidup atlet remaja. Dalam proses pembinaan, keterlibatan orang tua dapat mendukung perkembangan psikososial atlet, meskipun bentuk keterlibatan yang kurang tepat berpotensi menimbulkan tekanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan keterlibatan orang tua dengan kecakapan hidup atlet bulu tangkis remaja di PB Trisula Surabaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri atas 30 atlet berusia 13–18 tahun yang dipilih dari populasi 120 atlet menggunakan teknik purposive sampling. Data keterlibatan orang tua dikumpulkan menggunakan Parent Involvement in Sport Questionnaire, sedangkan kecakapan hidup diukur menggunakan Life Skills Scale for Sport. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan korelasi Spearman’s Rho karena sebagian data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor total keterlibatan orang tua tidak berhubungan signifikan dengan skor total kecakapan hidup, tetapi memperlihatkan kecenderungan positif (? = 0,337; p = 0,068). Perilaku mengatur berhubungan positif dan signifikan dengan keterampilan sosial (? = 0,390; p = 0,033) dan komunikasi interpersonal (? = 0,432; p = 0,017). Keterlibatan aktif juga berhubungan positif dan signifikan dengan komunikasi interpersonal (? = 0,376; p = 0,040). Sementara itu, tekanan orang tua tidak berhubungan signifikan dengan seluruh dimensi kecakapan hidup, meskipun sebagian besar menunjukkan arah korelasi negatif. Disimpulkan bahwa keterlibatan orang tua yang terstruktur dan suportif berkaitan dengan beberapa kecakapan sosial atlet, sedangkan tekanan berlebihan perlu dihindari dalam pembinaan atlet remaja mereka.
Copyrights © 2026