Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efek Akut Latihan Interval Intensitas Moderat dan Latihan Kontinyu Intensitas Moderat Terhadap Tekanan Darah, Denyut Nadi dan Saturasi Oksigen pada Remaja Pria yang Sehat Yanuar Alfan Triardhana; Andri Suyoko; Tri Wahyu Aga Seputra
Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 10, No 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v10i4.2804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan interval dan continuous intensitas sedang terhadap tekanan darah, heart rate, dan saturasi oksigen pada laki-laki remaja yang sehat. Sebanyak 14 remaja laki-laki usia 21-25 tahun, indeks massa tubuh (IMT) 18.5 – 22.9 kg/m2, tidak memiliki riwayat penyakit kronis terlibat dengan sukarela dalam penelitian. Secara random subjek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu MIIE (n = 7, moderate-intensity interval exercise), MICE (n = 7, moderate-intensity continuous exercise). Interval exercise dimulai dengan pemanasan, yaitu berlari di atas treadmill pada intensitas 50%-55% HRmax selama 5 menit, lalu di tambah 2 menit pada intensitas 65%-70% HRmax. Selanjutnya berlari di atas treadmill menggunakan metode interval dengan intensitas 65%-70% HRmax sebanyak 4 set, dengan kerja 4 menit intensitas 65%-70% dan diselingi 3 menit pemulihan aktif pada 50%-55% HRmax antara setiap interval dan diakhiri dengan pendinginan selama 5 menit pada intensitas 50%-55% HRmax. Continuous exercise dilakukan dengan berlari di atas treadmill dengan rincian latihan, yaitu pemanasan selama 5 menit menggunakan treadmill, dengan intensitas 50%-55% HRmax dan dilanjutkan berlari secara terus-menerus di atas treadmill dengan intensitas 65%-70% selama 30 menit. Latihan diakhiri dengan pendinginan selama 5 menit dengan intensitas 50%-55% HRmax. Teknik analisis data menggunakan uji beda Mann-Whitney Test dengan software SPSS versi 21. Hasil yang didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan tekanan darah, heart rate, dan saturasi oksigen antara pre-exercise, post-exercise, dan pasca 1 jam latihan pada MIIE dan MICE (p > 0.05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa moderate-intensity interval exercise maupun moderate-intensity continuous exercise tidak memiliki pengaruh yang bermakna pada tekanan darah, heart rate, dan saturasi oksigen.
Edukasi Pemanduan Bakat Olahraga Untuk Mengidentifikasi Bibit Atlet Berbakat Cabang Olahraga Bulutangkis Sri Wicahyani; Afif Rusdiawa; Yanuar Alfan Triardhana
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v1i2.27932

Abstract

Abstrak Pemanduan bakat (talent identification) adalah suatu upaya yang dilakukan secara sistematik untuk mengidentifikasi seseorang yang berpotensi dalam olahraga, sehingga diperkirakan seseorang tersebut akan berhasil dalam latihan dan dapat meraih prestasi puncak. Proses pengidentifikasian atlet berbakat harus menjadi perhatian tiap cabang olahraga termasuk bulutangkis. Tujuan utama melakukan pemanduan bakat adalah untuk mengidentifikasi dan memilih calon atlet yang memiliki berbagai kemampuan tertinggi dalam cabang olahraga tertentu, dalam   hal ini bulutangkis. Program pemanduan bakat perlu dilakukan karena mengingat atlet merupakan faktor utama yang menentukan dalam upaya mencapai prestasi maka memilih atlet usia dini diperlukan secara sungguh-sungguh, proses untuk mencapai prestasi dapat diefektifkan secara optimum apabila atlet yang dilatih merupakan atlet pilihan yang memiliki potensi yang sesuai dengan tuntutan spesifikasi cabang olahraga yang bersangkutan, waktu dan sumber daya yang digunakan untuk proses pelatihan atlet yang berbakat lebih efisien.
Competition anxiety and mental toughness in badminton student-athletes’ performance Muhammad Labib Siena Ar Rasyid; Oce Wiriawan; Afif Rusdiawan; Yanuar Alfan Triardhana; Naila Khanina
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 12 No 1 (2026): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v12i1.26049

Abstract

Psychological factors such as anxiety and mental toughness play an important role in competitive sports, particularly during high-pressure selection processes. Studies on psychological predictors in internal sports selection remain limited. This study aims to examine the relationship between competition anxiety, mental toughness, and competition performance. Performance was assessed through two measures: subjective performance (self-perceived performance) and match outcomes in the internal selection process. This study used a correlational quantitative design. A total sampling technique was applied, in which all male student-athletes registered in the internal selection were invited to participate, resulting in 23 male badminton student-athletes from a university in Surabaya, Indonesia, participating in the study. The research instruments used were the Sport Anxiety Scale-2 (SAS-2), the Mental Toughness Questionnaire-10 (MTQ-10), and subjective performance and match outcome measures. Data were analyzed using Pearson correlation and Spearman's rank correlation tests. Pearson correlation results showed a relationship between competition anxiety and subjective performance (r = -0.708, p < 0.05) and between mental toughness and subjective performance (r = 0.606, p < 0.05). Spearman's rank correlation results showed a relationship between competition anxiety and match outcomes (r = -0.451, p < 0.05), while mental toughness showed no significant relationship with match outcomes (r = 0.249, p > 0.05). These findings indicate that competition anxiety and mental toughness are significantly related to subjective performance. However, when performance is evaluated based on match outcomes, only competition anxiety shows a significant relationship, indicating that competition anxiety has a greater influence on match outcomes in internal selection contexts.
ANALISIS KETERLIBATAN ORANG TUA TERHADAP LIFE SKILL ATLET BULU TANGKIS USIA REMAJA Muhammad Kharisna; Ika Jayadi; Yanuar Alfan Triardhana; Muhammad Labib Siena Ar Rasyid; Dewangga Yudhistira
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6974

Abstract

Bulu tangkis tidak hanya berperan sebagai olahraga prestasi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kecakapan hidup atlet remaja. Dalam proses pembinaan, keterlibatan orang tua dapat mendukung perkembangan psikososial atlet, meskipun bentuk keterlibatan yang kurang tepat berpotensi menimbulkan tekanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan keterlibatan orang tua dengan kecakapan hidup atlet bulu tangkis remaja di PB Trisula Surabaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri atas 30 atlet berusia 13–18 tahun yang dipilih dari populasi 120 atlet menggunakan teknik purposive sampling. Data keterlibatan orang tua dikumpulkan menggunakan Parent Involvement in Sport Questionnaire, sedangkan kecakapan hidup diukur menggunakan Life Skills Scale for Sport. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan korelasi Spearman’s Rho karena sebagian data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor total keterlibatan orang tua tidak berhubungan signifikan dengan skor total kecakapan hidup, tetapi memperlihatkan kecenderungan positif (? = 0,337; p = 0,068). Perilaku mengatur berhubungan positif dan signifikan dengan keterampilan sosial (? = 0,390; p = 0,033) dan komunikasi interpersonal (? = 0,432; p = 0,017). Keterlibatan aktif juga berhubungan positif dan signifikan dengan komunikasi interpersonal (? = 0,376; p = 0,040). Sementara itu, tekanan orang tua tidak berhubungan signifikan dengan seluruh dimensi kecakapan hidup, meskipun sebagian besar menunjukkan arah korelasi negatif. Disimpulkan bahwa keterlibatan orang tua yang terstruktur dan suportif berkaitan dengan beberapa kecakapan sosial atlet, sedangkan tekanan berlebihan perlu dihindari dalam pembinaan atlet remaja mereka.