Pemanfaatan pekarangan rumah tangga memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi dalam praktiknya masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola pekarangan dengan budidaya sayuran organik secara berkelanjutan. Metode yang dipakai melibatkan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan, pembuatan demplot, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Palabuan, Kabupaten Majalengka, yang menargetkan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dari 45% menjadi 82%. Pemanfaatan pekarangan meningkat dari 28% menjadi 76%, dengan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mencapai 90% dan 84% mitra berhasil melakukan panen. Selain itu, terjadi pengurangan pengeluaran rumah tangga untuk pembelian sayuran sebesar 20–30%, serta 72% dari kebutuhan sayuran harian sebagian terpenuhi dari pekarangan. Sebanyak 85% mitra berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri. Dengan demikian, budidaya sayuran organik di pekarangan terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026