Gedung kampus merupakan salah satu konsumen energi terbesar di sektor pendidikan, dengan kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring perkembangan infrastruktur perguruan tinggi di Indonesia. Building-Integrated Photovoltaics (BIPV) hadir sebagai solusi inovatif yang mengintegrasikan modul fotovoltaik ke dalam elemen bangunan secara struktural, sehingga memiliki fungsi ganda sebagai material bangunan sekaligus pembangkit energi terbarukan. Artikel ini bertujuan mengkaji tantangan dan peluang penerapan teknologi BIPV pada gedung kampus di Indonesia melalui pendekatan studi literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi iradiasi surya rata-rata 4,8 kWh/m²/hari yang sangat potensial untuk penerapan BIPV pada gedung kampus beriklim tropis. Tantangan utama meliputi biaya investasi awal yang tinggi, keterbatasan sumber daya manusia terlatih, serta belum optimalnya regulasi yang spesifik untuk sektor pendidikan. Di sisi lain, peluang yang signifikan ditunjukkan oleh meningkatnya komitmen green campus, dukungan Permen ESDM No. 2 Tahun 2024, pertumbuhan pasar BIPV global hingga USD 89,8 miliar pada 2030, serta potensi kampus sebagai living laboratory energi terbarukan. Kajian ini diharapkan menjadi landasan ilmiah bagi pengembangan kebijakan dan perancangan BIPV pada gedung pendidikan tinggi di Indonesia.
Copyrights © 2026