Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Identifikasi Pengaruh Penggunaan Heatsink Terhadap Keluaran Modul Surya Teuku Mizan Sya'rani Denk; T. M. Azis Pandria; Ary Firnanda
Jurnal Optimalisasi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jopt.v8i2.6456

Abstract

Panas matahari yang diserap oleh modul surya dapat menaikkan suhu dan menurunkan tegangan keluarannya. Upaya penurunan suhu modul surya agar dalam kondisi standar diperlukan untuk menjaga agar kinerjanya tetap optimal. Pemasangan bahan penyerap panas seperti heatsink merupakan salah satu metode yang dapat digunakan sebagai upaya mendinginkan modul surya. Heatsink mampu mengurangi suhu rata-rata modul surya hingga 2,43°C dan meningkatkan tegangan keluaran rata-rata modul surya hingga 2,23 Volt. Kondisi ini dapat dilihat dari rata-rata tegangan output Voc modul surya yang ditambahkan heatsink dapat mencapai tegangan rata- rata 20,76 Volt dibandingkan dengan modul tanpa penambahan heatsink 18,52 Volt. Disimpulkan bahwa penambahan bahan penyerap panas berupa heatsink lebih efektif menurunkan suhu modul surya dari pada tanpa menggunakan heatsink.
Effect of Heat Transfer on Solar Module Output Voltage Teuku Mizan Sya’rani Denk; Ary Firnanda; Herdian Saputra; T. M. Azis Pandria; Cut Daili
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solar panels are an increasingly popular technology for generating electricity from sunlight. However, the performance of solar modules can be affected by various environmental factors, including heat transfer.High heat transfer can lead to an increase in the temperature of the solar panel and ultimately reduce the output voltage and energy conversion efficiency. Heat from the sun absorbed by the solar module can increase the temperature of the module and reduce the output voltage. Efforts must be made to reduce thetemperature of the solar panel so that the performance of the solar panel remains optimal. This manuscriptinvestigates the effect of heat transfer on the output voltage of solar modules. Various studies have beencarried out to evaluate the effect of heat transfer on solar module performance, taking into account factors such as the thermal conductivity of the module material, cooling design and environmental conditions. Theinstallation of a heat sink is one of the efforts made to cool the solar module. The heat sink can dissipate an average of 8710.16 joules/second, reducing the average temperature of the solar module by 37.57°C and increasing the average output voltage of the solar module to 19.4 volts. The results of this research showthat the use of heatsink material is better for reducing the temperature of solar modules. The use of a heat sink with a large surface area further accelerates the heat transfer process in the solar module
Analisis Kuat Hantar Arus pada Instalasi Listrik Berdasarkan Standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik di Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat firnanda, ary; saputra, herdian; ardiansyah, haimi; denk, teuku mizan sya'rani; novriza, ferdiansyah; saputra, ari; simbolon, zulfan khairil
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 5, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v5i1.142

Abstract

AbstractPersyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) are requirements that must be met in electrical installations. The application of the PUIL standard in electrical installations is very important in order to avoid unwanted things due to errors in electrical installations such as fire. West Aceh State Community Academy, which is a vocational college, really needs electricity to operate practicum equipment. If the electrical installation at the Aceh Barat State Community Academy does not meet PUIL standards, it is very vulnerable that the practicum equipment will be damaged quickly and even a fire occurs because the practicum equipment requires a fairly large amount of electrical power. The purpose of this study was to analyze the suitability of the Kuat Hantar Arus (KHA) in the electrical installation conductors of the West Aceh State Community College based on the 2011 PUIL standards. The research method used was the method of literature study and field observation. The results showed that in general the KHA conducting electrical installations at the West Aceh State Community Academy which was divided into 10 lines was very good where 2 lines were in accordance with the standards and 8 lines were above the 2011 PUIL standards. Keywords:PUIL 2011; Electrical Installation; Strong Conducting Current..__________________________ AbstrakPersyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) merupakan persyaratan yang harus dipenuhi pada instalasi listrik. Penerapan standar PUIL pada instalasi listrik sangat penting dimana untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dikarenakan kesalahan pada instalasi listrik seperti kebakaran. Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat yang merupakan perguruan tinggi vokasi sangat membutuhkan listrik untuk mengoperasikan alat-alat praktikum. Apabila instalasi listrik di Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat tidak memenuhi standar PUIL maka sangat rentan alat-alat praktikum tersebut akan cepat rusak dan bahkan terjadi kebakaran karena alat-alat praktikum tersebut membutuhkan daya listrik yang lumayan besar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian Kuat Hantar Arus (KHA) pada penghantar instalasi listrik Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat berdasarkan standar PUIL 2011. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi pustaka dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum KHA penghantar instalasi listrik Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat yang dibagi 10 jalur sudah sangat baik dimana 2 jalur sudah sesuai standar dan 8 jalur berada di atas standar PUIL 2011. Kabel yang terpasang diatas standar pada beberapa jalur dianggap sangat baik dikarenakan apabila suatu saat nanti dilakukan penambahan beban maka masih mampu dilayani oleh penghantar tersebut. Kata Kunci:PUIL 2011; Instalasi Listrik; Kuat Hantar Arus.
Analisa Pemanfaatan Daya Generator Set Sebagai Energi Listrik Cadangan Di AKN Aceh Barat Sya'rani Denk, Teuku Mizan; Saputra, Herdian; Firnanda, Ary; Pandria, T. M. Azis; Daili, Cut; Hidayat, Afrilia
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 1 (2024): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i1.191

Abstract

AbstractThe quality of electrical energy is a crucial requirement for the Akademi Komunitas Negeri (AKN) Aceh Barat. Electrical outages negatively impact performance, as equipment cannot be utilized during these times. A generator set is a machine that produces electrical energy and serves as a backup when the electrical supply from PLN is interrupted. Currently, AKN Aceh Barat has a generator set with a capacity of 7,800 watts, which is insufficient to meet the academy's power demands. The average monthly energy consumption from April to September 2024 is 5,199.83 kWh. To overcome the lack of power from the generator set, priority loads have been designated based on the importance of different rooms that facilitate essential services, ensuring that teaching and learning activities can proceed effectively. The generator's backup energy primarily supports a load of 6,290 watts, reaching an operational loading percentage of 81%. The electrical energy distribution from the generator to these priority rooms is managed through a new installation known as the Automatic Transfer Switch (ATS) panel, which activates automatically when the electrical supply from PLN is disrupted.Keywords:Power; Electrical; Distribution; Generator; EfficiencyAbstrakKualitas energi listrik menjadi kebutuhan utama bagi Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat, pemadaman energi listrik berdampak buruk terhadap kinerja yang disebabkan peralatan tidak dapat digunakan. Generator set adalah mesin generator yang mampu menghasilkan energi listrik yang digunakan sebagai energi cadangan bila suplai energi listrik dari PLN terputus. pada AKN Aceh Barat generator set yang tersedia memiliki daya sebesar 7.800 watt dan tidak mampu memenuhi kebutuhan daya yang diperlukan oleh AKN Aceh Barat, rata-rata pemakaian beban AKN Aceh Barat dari bulan april sampai bulan September tahun 2024 mencapai 5.199,83 kWh per bulanya. Untuk mengatasi kekurangan daya dari generator set sebagai energi cadangan maka dipilih beban prioritas berdasarkan ruang prioritas yang berfungsi untuk pelayanan sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. besar beban prioritas yang distribusi oleh daya generator sebagai energi cadangan sebesar 6.290 watt dengan persentase pembebanan mencapai 81%. Distribusi energi listrik dari genset ke ruang prioritas sebagai energi cadangan terhubung dengan instalasi baru yaitu panel ATS yang hidup secara automatis bila suplai energi listrik dari PLN terputus.Kata kunci:Daya; Distribusi; Listrik; Generator; Efisiensi 
Pengaruh Suhu Terhadap Kinerja Panel Surya: Literature Review Sya'rani Denk, Teuku Mizan; Pandria, T. M. Azis; syukri, Syukri
Aceh Journal of Electrical Engineering and Technology Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Iskandarmuda Jl. Kampus Unida No.15, Surien, Kec. Meuraxa, Kota Banda Aceh, Aceh 23234 Propinsi Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/ajeetech.v5i1.974

Abstract

Kajian ini menyajikan studi komprehensif pengaruh suhu terhadap kinerja panel surya. Efisiensi panel surya terbukti dipengaruhi secara signifikan oleh kenaikan suhu operasional. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa peningkatan suhu menyebabkan penurunan tegangan keluaran dan efisiensi konversi daya, meskipun terjadi sedikit peningkatan arus. Kajian ini menganalisis berbagai parameter termal yang mempengaruhi performa panel surya, termasuk koefisien suhu, resistansi termal, dan metode pendinginan yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi efek negatif suhu tinggi. Berbagai teknik mitigasi termal juga dibahas, termasuk sistem pendinginan aktif dan pasif, modifikasi desain, serta material inovatif untuk meningkatkan disipasi panas. Hasil kajian ini dapat menjadi rujukan bagi peneliti dan praktisi dalam pengembangan sistem fotovoltaik yang lebih efisien pada berbagai kondisi iklim.
Penentuan Sudut Kemiringan Optimal Instalasi Panel Surya Untuk Memaksimalkan Energi Output: Sistematic Literatur Review T. M. Azis Pandria; Teuku Mizan Sya'rani Denk; Bambang Tripoli; Ary Firnanda; Herdian Saputra; Lissa Opirina
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.273

Abstract

AbstractThis paper presents a systematic literature review on determining the optimal tilt angle (OTA) for photovoltaic solar panel installation. The research method uses a systematic literature review approach by analyzing 30 scientific articles published between 2013 and 2025 from the IEEE Xplore, ScienceDirect, MDPI, and Springer databases. The analysis results show that geographic latitude is the dominant factor in determining OTA, with tropical regions requiring an angle of 5°-15° and mid-high latitude regions requiring 30°-60°. The research methodology has evolved from a simple empirical approach to the use of machine learning and artificial intelligence with a prediction accuracy of R² 0.95. For equatorial regions such as Indonesia, the optimal angle ranges from local latitude ± 5° with low sensitivity to deviation (±5° only affects output 3%). The study also identified that seasonal adjustment provides a 6-15% increase in output for mid-latitude regions, but is not cost-effective for tropical regions. The conclusions of this study provide practical recommendations based on geographic zones and identify research gaps related to climate change impacts, optimization for bifacial technology, and development of economically adaptive systems. Keywords:Solar panels; optimal tilt angle; energy optimization; systematic literature review AbstrakNaskah ini menyajikan tinjauan literatur sistematis tentang penentuan sudut kemiringan optimal (optimal tilt angle/OTA) untuk instalasi panel surya fotovoltaik. Metode penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review dengan menganalisis 30 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2013 hingga 2025 dari database IEEE Xplore, ScienceDirect, MDPI, dan Springer. Hasil analisis menunjukkan bahwa lintang geografis merupakan faktor dominan dalam penentuan OTA, dengan wilayah tropis memerlukan sudut 5°-15° dan wilayah lintang menengah-tinggi memerlukan 30°-60°. Metodologi penelitian telah berkembang dari pendekatan empiris sederhana menuju penggunaan machine learning dan artificial intelligence dengan akurasi prediksi R² 0.95. Untuk wilayah ekuatorial seperti Indonesia, sudut optimal berkisar antara lintang lokal ± 5° dengan sensitivitas rendah terhadap deviasi (±5° hanya mempengaruhi output 3%). Penelitian juga mengidentifikasi bahwa penyesuaian musiman memberikan peningkatan output 6-15% untuk wilayah lintang menengah, namun tidak cost-effective untuk wilayah tropis. Simpulan penelitian ini memberikan rekomendasi praktis berbasis zona geografis dan mengidentifikasi gap penelitian terkait dampak perubahan iklim, optimalisasi untuk teknologi bifacial, dan pengembangan sistem adaptif yang ekonomis.Kata Kunci:             Panel surya; sudut kemiringan optimal; optimalisasi energi; Sistematic Literature Review