Farmakovigilans obat herbal dengan metode Naranjo merupakan kegiatan pengumpulan, pendeteksian, penilaian, pemahaman dan pencegahan dalam efek samping atau masalah terkait dengan penggunaan obat herbal di menggunakan algoritma Naranjo. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara karakteristik pengguna obat herbal dan profil penggunaan obat herbal dengan kejadian Adverse Drug Reactions (ADRs) di Kelurahan Pilolodaa Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo. Penelitian ini dilakukan secara prospektif menggunakan instrument berupa lembar kuesioner pada 97 responden di Kelurahan Pilolodaa. Data hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan SPSS (Statistical Package For Social Sciences). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara karakteristik pengguna obat herbal berdasarkan jenis kelamin dengan profil penggunaan obat herbal meliputi sumber informasi dan aturan penggunaan obat herbal. Terdapat juga hubungan antara usia dengan profil penggunaan obat herbal meliputi lama penggunaan, jenis penyakit, efek samping, sumber informasi, tempat memperoleh dan bentuk sediaan. Selain itu terdapat juga hubungan antara Pendidikan dengan jenis penyakit yang menggunakan obat herbal untuk terapinya dan terdapat pula hubungan antara pekerjaan dengan lama penggunaan obat herbal dan aturan penggunaan obat herbal sedangkan antara karakteristik pengguna obat herbal dan profil penggunaan obat herbal dengan kejadian Adverse Drug Reactions (ADRs) di Kelurahan Pilolodaa tidak terdapat hubungan.
Copyrights © 2026