Museum memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi dan pelestarian warisan budaya, namun efektivitas penyampaian informasinya sangat bergantung pada kualitas narasi pramuwisata. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk merevitalisasi peran pramuwisata lokal melalui pelatihan teknik kepemanduan interpretatif, guna mengubah pola komunikasi yang semula tekstual-konvensional menjadi narasi yang bermakna dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan di Museum Bank Indonesia dengan melibatkan 16 pramuwisata lokal dari lima museum berbeda di Jakarta. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA), yang meliputi tahap persiapan (observasi dan wawancara), tahap pelaksanaan (pelatihan materi teknik memandu dan seni interpretasi), serta tahap evaluasi (simulasi lapangan). Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan yang signifikan: realisasi jumlah peserta melampaui target, terjadi interaksi dinamis antara instruktur dan peserta, serta peningkatan kompetensi dalam menyusun storytelling berbasis pengalaman pengunjung (Prinsip Tilden). Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat tinggi (>90%). PKM ini berhasil membekali pemandu lokal untuk menjadi fasilitator pengalaman yang mampu memberikan nilai tambah pada daya tarik wisata museum di era digital.
Copyrights © 2026