Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang memengaruhi fungsi kognitif, emosional, sosial, dan okupasional pasien. Proses pemulihan (recovery) tidak hanya ditentukan oleh pengobatan farmakologis, tetapi juga oleh kualitas hubungan terapeutik antara pasien dan tenaga kesehatan, khususnya perawat. Komunikasi terapeutik merupakan salah satu intervensi keperawatan yang berperan dalam membangun kepercayaan, meningkatkan kepatuhan terhadap terapi, memperkuat harapan, dan mendukung kemandirian pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara model komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat recovery pasien skizofrenia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 80 pasien skizofrenia yang menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Data komunikasi terapeutik perawat dikumpulkan menggunakan kuesioner persepsi pasien, sedangkan recovery diukur menggunakan instrumen pemulihan psikososial. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menilai komunikasi terapeutik perawat berada pada kategori baik (67,5%). Pasien yang menerima komunikasi terapeutik kategori baik lebih banyak menunjukkan tingkat recovery tinggi dibandingkan pasien yang menilai komunikasi terapeutik kurang baik. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara komunikasi terapeutik perawat dan recovery pasien skizofrenia (p<0,05). Komunikasi terapeutik yang efektif dapat memperkuat hubungan saling percaya, meningkatkan partisipasi pasien dalam perawatan, dan mendukung proses pemulihan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi komunikasi terapeutik perlu menjadi bagian penting dalam pelayanan keperawatan jiwa.
Copyrights © 2026