Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Orangtua terhadap Kejadian Stunting Wahyu Gito Putro; Aulia Ratna Sari Anissa; Fresthy Astrika Yunita; Maelia Unayah; R. Tri Rahyuning Lestari
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v12i1.1584

Abstract

Stunting remains a critical public health issue in Indonesia, with a prevalence of 21.6% in 2022. This study aims to analyze the relationship between parental knowledge and attitudes toward stunting management in Tanjungmas, Semarang, given its severe long-term impacts on physical growth, cognitive development, and disease susceptibility. A cross-sectional design was employed, surveying 30 parents of stunted children. Results revealed that while 96.7% of respondents exhibited positive attitudes, 90% lacked understanding of stunting’s long-term consequences. Statistical analysis found no significant correlation between knowledge and positive stunting prevention behavior (p=0.315), indicating that knowledge alone is insufficient to drive behavioral change. Socioeconomic status, healthcare access, and family environment emerged as stronger determinants of parental behavior. The study concludes that holistic interventions addressing structural barriers—such as poverty and healthcare inequities—are essential alongside education. Community-based programs should integrate contextual solutions to improve nutritional practices. Further research is recommended to explore the gap between maternal knowledge and practical childcare behaviors
GAMBARAN POLA ASUH ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SLB NEGERI SLAWI Faisaluddin Faisaluddin; Anisa Oktiawati; Maelia Unayah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i2.719

Abstract

Pola asuh orang tua sangat di butuhkan dalam perkembangan anak terutama pada anak berkebutuhan khusus, permasalahan yang di hadapi pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus sangatlah kompleks sehingga menjadikan pola asuh orang tua yang tidak konsisten akan mempengaruhi perkembangan emosional dan sosial anak. Pola asuh yang efektif dapat meningkatkan kualitas hidup anak, sehingga anak mampu menjalankan tantangan dalam menghadapi kegiatan sehari-hari nya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Slawi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu melihat gambaran pola asuh yang diterapkan oleh orang tua yang memiliki ABK di SLB Negeri Slawi dan bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa kini. Hasil dari penelitian ini adalah 79% orang tua menerapkan pola asuh demokratis, 21% dari orang tua menerapkan pola asuh persuasive, dan tidak ada orang tua yang menggunakan pola asuh authoritarian.
PENGARUH RELAKSASI NAPAS DALAM DAN GUIDED IMAGERY TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA DI SMK KESEHATAN LETRIS INDONESIA Maelia Unayah; Desy Luviana Putri Selani; Ramadhan Putra Satria; Theodora Rosaria Geglorian; Yafi Syabila Rosyad
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v16i2.879

Abstract

Latar Belakang Nyeri menstruasi merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling banyak dialami perempuan, terutama pada usia remaja.Hal ini mengindikasikan perlunya intervensi efektif untuk mengurangi nyeri menstruasi pada remaja.Upaya penanganan dismenore dapat dilakukan dengan terapi farmakologi maupun nonfarmakologi. Terapi farmakologi umumnya menggunakan obat analgesik, namun tidak dapat digunakan secara berlebihan karena berisiko menimbulkan efek samping. Metode nonfarmakologi lebih disarankan, di antaranya teknik relaksasi, distraksi, yoga, senam dismenore, biofeedback, hingga guided imagery (Hastomo et al., 2019; Dewi & Andayani, 2021). Tujuan Penelitian menganalisa pengaruh relaksasi nafas dalam dan guided imagery terhadap penurunan skala nyeri menstruasi pada remaja SMK Kesehatan Letris Indonesia 2. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pre- eksperiment menggunkan rancangan one grup pretest-posttest. Desain ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh relaksasi nafas dalam dan guided imagery terhadap skala nyeri menstruasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. hasil penelitian berdasarkan hasil penelitian ini penurunan skala nyeri menstruasi setelah melakukan intervesnsi relaksasi napas dalam dan guided imagery hampir 19 responden tidak mengalami nyeri menstruasi, 31 responden mngalami nyeri ringan, 6 responden mengalami nyeri sedang. Hasil uji statistik di peroleh nilai( p- value = 0,001, a: 0,05) maka dapat Disimpulkan ada pengaruh relaksasi napas dalam dan guided imagery terhadap penurunan skala nyeri menstruasi remaja SMK Kesehatan Letris Indonesia 2.
Model Komunikasi Terapeutik Perawat Dalam Meningkatkan Recovery Pasien Skizofrenia: Studi Cross-Sectional Rahmat Pannyiwi; Cakrawati R Cakrawati R; Rezqiqah Aulia Rahmat; Maelia Unayah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1504

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang memengaruhi fungsi kognitif, emosional, sosial, dan okupasional pasien. Proses pemulihan (recovery) tidak hanya ditentukan oleh pengobatan farmakologis, tetapi juga oleh kualitas hubungan terapeutik antara pasien dan tenaga kesehatan, khususnya perawat. Komunikasi terapeutik merupakan salah satu intervensi keperawatan yang berperan dalam membangun kepercayaan, meningkatkan kepatuhan terhadap terapi, memperkuat harapan, dan mendukung kemandirian pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara model komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat recovery pasien skizofrenia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 80 pasien skizofrenia yang menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Data komunikasi terapeutik perawat dikumpulkan menggunakan kuesioner persepsi pasien, sedangkan recovery diukur menggunakan instrumen pemulihan psikososial. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menilai komunikasi terapeutik perawat berada pada kategori baik (67,5%). Pasien yang menerima komunikasi terapeutik kategori baik lebih banyak menunjukkan tingkat recovery tinggi dibandingkan pasien yang menilai komunikasi terapeutik kurang baik. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara komunikasi terapeutik perawat dan recovery pasien skizofrenia (p<0,05). Komunikasi terapeutik yang efektif dapat memperkuat hubungan saling percaya, meningkatkan partisipasi pasien dalam perawatan, dan mendukung proses pemulihan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi komunikasi terapeutik perlu menjadi bagian penting dalam pelayanan keperawatan jiwa.