Latar Belakang: Nyeri leher merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami mahasiswa kedokteran akibat tingginya aktivitas akademik, penggunaan perangkat digital dalam waktu lama, serta postur tubuh yang kurang ergonomis. Latihan peregangan (stretching exercise) merupakan intervensi nonfarmakologis yang berpotensi mengurangi nyeri leher. Tujuan: Mengetahui efektivitas latihan peregangan terhadap penurunan nyeri leher ringan dan sedang pada mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi angkatan 2023–2025. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design melibatkan 22 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi berupa tujuh jenis peregangan dilakukan tiga kali per minggu selama enam minggu. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test (p<0,05). Hasil: Dari 22 responden, 13 (59,1%) perempuan dan 9 (40,9%) laki-laki. Rerata skor NRS menurun dari 3,00 ± 1,633 (median 2,50) menjadi 1,09 ± 1,109 (median 1,00) setelah intervensi, dengan perbedaan bermakna secara statistik (p<0,001). Kesimpulan: Latihan peregangan efektif menurunkan nyeri leher ringan dan sedang pada mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi angkatan 2023–2025 serta berpotensi direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah, dan ekonomis. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kelompok kontrol dan jumlah sampel yang lebih besar untuk memperkuat bukti efektivitasnya.
Copyrights © 2026