Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Bagian Tubuh Saat Duduk Lama dan Kejadian Nyeri Punggung Bawah pada Pegawai Perkantoran di Kota Sungai Penuh Khairi Wilda Prihati; Lailan Lailan; Attiya Istarini
Journal of Medical Studies Vol. 3 No. 3 (2023): Journal of Medical Studies
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/joms.v3i3.28431

Abstract

ABSTRACT Background: Low back pain is a pain in the lower back in the lumbosacral part of the spine from the first lumbar vertebra to the first sacral bone. Based on national surveys in Australia and the United States. Methode: The type of research used is analytical research with a cross-sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling. The number of samples is 100 samples with the criteria of employees who work in a long sitting position that is more than 4 hours. Results: The results of the study of 100 respondents found that the body parts were painful when sitting for a long time, namely the waist as many as 70 people (70%). Office employees in the city of Sungai Penuh experienced complaints of low back pain as many as 63 people (63%). Found a significant relationship between the variable duration of sitting and the variable degree of disability. Conclusion: Office employees in the city of Sungai Penuh have many complaints of low back pain. Keywords: Low back pain, Parts of body, Sitting duration, Degree of disability ABSTRAK Latar Belakang: Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan nyeri pada bagian punggung bawah di bagian lumbosacral tulang belakang dari vertebra lumbal pertama ke tulang sacral pertama. Berdasarkan survei Nasional di Australia dan Amerika Serikat. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analisis dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purvosive sampling. Jumlah sampel yaitu 100 sampel dengan kriteria pegawai yang bekerja dengan posisi duduk lama yaitu >4 jam. Hasil: Hasil penelitian terhadap 100 responden didapatkan bagian tubuh yang nyeri saat duduk lama yaitu bagian pinggang sebanyak 70 orang (70%). Pegawai perkantoran di kota sungai penuh mengalami keluhan nyeri punggung bawah sebanyak 63 orang (63%). Ditemukan hubungan yang signifikan antara variabel durasi duduk dan variabel derajat disabilitas. Kesimpulan: Pegawai perkantoran di Kota Sungai Penuh banyak mengalami keluhan nyeri punggung bawah. Kata kunci: Nyeri punggung bawah, Bagian tubuh, Durasi duduk, Derajat disabilitas
Efektivitas Latihan Peregangan Terhadap Penurunan Nyeri Leher Ringan Dan Sedang Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi Daru Ikhwan Maulana; Patrick William Gading; Hasna Dewi; Lailan Lailan; Zilzikridini Wijayanti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1637

Abstract

Latar Belakang: Nyeri leher merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami mahasiswa kedokteran akibat tingginya aktivitas akademik, penggunaan perangkat digital dalam waktu lama, serta postur tubuh yang kurang ergonomis. Latihan peregangan (stretching exercise) merupakan intervensi nonfarmakologis yang berpotensi mengurangi nyeri leher. Tujuan: Mengetahui efektivitas latihan peregangan terhadap penurunan nyeri leher ringan dan sedang pada mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi angkatan 2023–2025. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design melibatkan 22 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi berupa tujuh jenis peregangan dilakukan tiga kali per minggu selama enam minggu. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test (p<0,05). Hasil: Dari 22 responden, 13 (59,1%) perempuan dan 9 (40,9%) laki-laki. Rerata skor NRS menurun dari 3,00 ± 1,633 (median 2,50) menjadi 1,09 ± 1,109 (median 1,00) setelah intervensi, dengan perbedaan bermakna secara statistik (p<0,001). Kesimpulan: Latihan peregangan efektif menurunkan nyeri leher ringan dan sedang pada mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi angkatan 2023–2025 serta berpotensi direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah, dan ekonomis. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kelompok kontrol dan jumlah sampel yang lebih besar untuk memperkuat bukti efektivitasnya.