Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi isu utama di Kota Medan karena tingginya timbulan sampah tidak diimbangi sistem pengelolaan yang efektif, sehingga berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Untuk mengatasinya, DLH Kota Medan menjalankan program bank sampah sebagai upaya mengurangi sampah dari sumbernya. Penelitian ini bertujuan menganalisis evaluasi program tersebut serta hambatan dan upaya yang dilakukan dalam pelaksanaannya Penelitian ini menyoroti variabel efektivitas program bank sampah, partisipasi masyarakat, sarana prasarana, dukungan anggaran, hambatan pelaksanaan, serta upaya perbaikan yang dilakukan DLH Kota Medan. Dengan metode kualitatif deskriptif yang melibatkan 14 pegawai dan 6 informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bank sampah cukup efektif menurunkan volume sampah, terutama sampah organik, serta memberikan nilai ekonomi bagi Masyarakat. Program bank sampah terbukti menurunkan timbulan sampah sebesar ±250 ton per tahun dengan kontribusi terbesar berasal dari sampah organik yang berkurang rata-rata 100 kg per hari. Meski angka ini masih relatif kecil dibanding total timbulan kota sebesar 632.149 ton per tahun, program ini menunjukkan adanya pengurangan nyata yang dapat ditingkatkan melalui partisipasi Masyarakat. Secara keseluruhan, program bank sampah memberikan kontribusi positif dalam mengurangi timbulan sampah, namun keberlanjutannya memerlukan dukungan masyarakat yang lebih operasional, antara lain melalui keterlibatan aktif dalam pemilahan sampah sejak dari sumber, partisipasi rutin sebagai nasabah bank sampah, serta dukungan komunitas dan kelembagaan lokal agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan
Copyrights © 2025