Pengetahuan IPAS peserta didik sekolah dasar masih tergolong rendah karena proses pembelajaran belum sepenuhnya melibatkan peserta didik secara aktif dalam memecahkan permasalahan kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan adalah Problem Based Learning (PBL), yang mendorong peserta didik berperan aktif dalam memecahkan permasalahan sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan pengetahuan IPAS peserta didik kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental design) dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian berjumlah 51 peserta didik dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan non-tes berupa lembar observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji N-Gain untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest kelas eksperimen sebesar 54 meningkat menjadi 79 pada posttest, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 50 menjadi 63. Rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,54 berkategori sedang, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,25 berkategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan pengetahuan IPAS peserta didik kelas IV sekolah dasar. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan pengetahuan IPAS peserta didik kelas IV sekolah dasar.
Copyrights © 2026