Kearifan lokal merupakan sumber daya budaya yang bernilai tinggi, namun sering kali belum dimanfaatkan secara optimal dalam konteks promosi dan pemberdayaan ekonomi kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan alihwahana sastra berbasis kearifan lokal sebagai media promosi yang inovatif, khususnya di lingkungan pesantren. Alihwahana dilakukan dengan mentransformasikan bentuk sastra lisan seperti pantun, puisi, dan kutipan lokal ke dalam format visual dan produk kreatif yang bernilai jual, seperti kartu ucapan, kaos, dan media digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan partisipatoris, melibatkan santri dan guru sebagai subjek kreatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan evaluasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alihwahana sastra mampu meningkatkan partisipasi komunitas dalam pelestarian budaya, sekaligus memperluas fungsi sastra sebagai sarana promosi dan ekspresi identitas. Para peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengemas nilai-nilai lokal ke dalam media visual yang menarik dan komunikatif. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa alihwahana sastra merupakan strategi yang relevan dan potensial dalam menghubungkan kearifan lokal dengan kebutuhan promosi era digital. Konsep ini dapat direplikasi pada komunitas lain untuk mendorong kreativitas berbasis budaya sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.
Copyrights © 2026