Kesenjangan antara idealisme kurikulum dan realitas pelanggaran kedisiplinan siswa melandasi penelitian ini untuk mengkaji secara mendalam peran kurikulum Pendidikan Pancasila dalam membangun karakter. Penelitian kualitatif studi kasus ini melibatkan guru PPKn dan siswa kelas IV sebagai subjek di SDN 101766 Bandar Setia, Percut Sei Tuan, yang dilaksanakan selama semester aktif. Alur penelitian terbagi atas tahap pra-lapangan, pekerjaan lapangan, dan pasca-lapangan. Data dihimpun melalui 3 teknik triangulasi, yaitu observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen RPP serta lembar refleksi, kemudian dianalisis menggunakan 6 tahapan analisis deskriptif tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan kurikulum berhasil menginternalisasi 6 nilai utama karakter melalui 4 metode active learning (role-playing, diskusi kelompok, proyek tim, refleksi) serta 4 indikator keteladanan guru. Kendati demikian, masih ditemukan 3 indikator masalah kedisiplinan (keterlambatan, pembolosan, pelanggaran tata tertib) yang dipicu oleh 4 hambatan eksternal, khususnya paparan social media dan minimnya partisipasi orang tua. Disimpulkan bahwa kurikulum PPKn berperan strategis meski efektivitasnya terhambat lingkungan luar. Direkomendasikan penguatan sinergi 3 pilar ekosistem pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat) serta penerapan 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila berbasis teknologi interaktif.
Copyrights © 2025