AbstrakTindakan pembedahan menuntut kesiapan pasien secara fisik, psikologis, dan kognitif sejak fase pra-operasi. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai persiapan, risiko, dan prosedur anestesi berpotensi meningkatkan kecemasan serta menurunkan keterlibatan aktif pasien dalam proses persiapan pembedahan. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman pra-operasi pada masyarakat, tim dosen dan praktisi Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Universitas Bhakti Kencana melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Program Edukasi Manajemen Anestesi untuk Kesiapan Pra Operasi ditinjau dari Persiapan, Risiko, Informasi, Manajemen, dan Anestesi (PRIMA BEDAH) pada masyarakat RT 02 RW 06 Kelurahan Randusari, Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terkait kesiapan pra-operasi, sekaligus menjadi model hilirisasi hasil penelitian ke dalam kegiatan aplikatif berbasis bukti. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi tanya-jawab, dan pembagian media edukasi kepada 30 responden, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan responden pada kategori Baik dari 6,7% menjadi 63,3%, serta hilangnya seluruh responden pada kategori Kurang. Sikap responden turut menguat, dari 83,3% menjadi 100% pada kategori Baik. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi tindakan operasi, sekaligus menjadi model hilirisasi penelitian yang berkelanjutan dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Kata kunci: anestesi; edukasi kesehatan; hilirisasi penelitian; kesiapan pra-operasi; risiko anestesi. Abstract Surgical procedures require adequate physical, psychological, and cognitive patient readiness beginning in the preoperative phase. Limited community understanding of preoperative preparation, risks, and anesthesia procedures may increase anxiety and reduce active patient involvement. Building on prior research findings that identified gaps in preoperative understanding, lecturers and practitioners from the Anesthesiology Nursing Study Program, Bhakti Kencana University, conducted a community service program titled PRIMA BEDAH (Preparation, Risk, Information, Management, Anesthesia) for residents of RT 02 RW 06, Randusari Village, Semarang City. This activity aimed to improve community knowledge and attitudes toward preoperative readiness and to serve as a model for the downstream application of research findings into evidence-based practice. The program was delivered through interactive lectures, discussions, and educational media to 30 respondents, evaluated using pre-test and post-test measures. Results showed knowledge in the "Good" category increased from 6.7% to 63.3%, while all respondents in the "Poor" category disappeared post-intervention. Attitude scores also improved, from 83.3% to 100% in the "Good" category, demonstrating the program's effectiveness in enhancing community preoperative readiness. Keywords: anesthesia; health education; research downstreaming; preoperative readiness; anesthesia risk.
Copyrights © 2026