Meluasnya penggunaan gawai dan media digital pada anak usia sekolah dasar (6–12 tahun) berpotensi memengaruhi proses perkembangan sosial dan emosional mereka yang sangat menentukan kesejahteraan psikologis anak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji relevansi teori perkembangan klasik, mengidentifikasi dimensi sosial-emosional yang rentan terdampak, serta merumuskan model interaksi konseptual antara penggunaan media digital dan perilaku anak. Penelitian kualitatif dengan desain tinjauan teoretis kritis (critical theoretical review) ini menganalisis 35 artikel ilmiah sekunder bereputasi terbitan sepuluh tahun terakhir melalui teknik penelusuran pustaka sistematis dan analisis tematik berbasis perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ecological Systems Theory dan Social Learning Theory memerlukan rekonseptualisasi karena media digital kini berperan sebagai mikrosistem baru yang memengaruhi sosialisasi anak melalui penguatan algoritmik. Dimensi regulasi emosi dan empati ditemukan sebagai aspek yang paling rentan mengalami penurunan fungsi akibat penggunaan layar berlebihan (excessive screen time). Selain itu, dampak media digital terhadap perilaku anak tidak berlangsung secara langsung, melainkan dipengaruhi oleh pola pendampingan orang tua (parental mediation) dan iklim sosial di sekolah sebagai variabel perantara. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar pendidik dan orang tua merancang strategi pengasuhan digital yang komunikatif serta menerapkan literasi media berbasis interaksi nyata untuk menjaga tumbuh kembang sosial-emosional anak.
Copyrights © 2026