Nurhilal Ahmad Fathin Abdurrasyid
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RECONSTRUCTING THE ESSENCE OF METHODS, TOOLS, AND MEDIA IN ISLAMIC EDUCATION IN THE DIGITAL ERA: A TA'DIB AND SPIRITUAL EDUCATION PERSPECTIVE Ahmad Hikam Mutha’aliin; Abdullah Thalib; Muhammad Luthfi Dzulfikar; Nurhilal Ahmad Fathin Abdurrasyid; Irsad Dulanam
Atta'dib Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/attadib.v7i1.11589

Abstract

Contemporary Islamic education faces a crisis of meaning in the digital era, frequently reducing instructional media and tools into value-neutral, pragmatic instruments and neglecting their spiritual dimensions. This research aims to establish a rigorous ontological demarcation between educational tools and media and to construct an integrative philosophical framework for their use based on Islamic epistemology. This qualitative library research employs a philosophical approach. Data were collected heuristically from academic databases and classical texts, with a focus on the foundational works of Syed Muhammad Naquib Al-Attas and Al-Ghazali. The analysis technique employs hermeneutic interpretation, validated through source triangulation, to systematically dissect the esoteric layers of educational technologies. The findings demonstrate a novel theoretical contribution by proving that while tools are merely functional-technical instruments, digital media act as value-laden, meaning-making environments. Furthermore, this study offers a new integrative paradigm by contextualizing classical Sufi concepts to solve modern digital challenges: translating Al-Ghazali’s mujahadah and riyadhah into digital self-regulation, while operationalizing Al-Attas’s Ta'dib to design media that respect the hierarchy of knowledge. Conclusively, addressing digital disruption requires shifting from mechanical pedagogy to a holistic integration in which digital media serve as esoteric intermediaries, actively guiding students toward moral maturity, adab, and divine consciousness.
Kajian Teoretis Dampak Paparan Media Digital terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Sekolah Dasar Anggi Nurmalita; Muhammad Furqan; Dini Fitriyani; Muhammad Azrun Parinduri; Nurhilal Ahmad Fathin Abdurrasyid
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5697

Abstract

Meluasnya penggunaan gawai dan media digital pada anak usia sekolah dasar (6–12 tahun) berpotensi memengaruhi proses perkembangan sosial dan emosional mereka yang sangat menentukan kesejahteraan psikologis anak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji relevansi teori perkembangan klasik, mengidentifikasi dimensi sosial-emosional yang rentan terdampak, serta merumuskan model interaksi konseptual antara penggunaan media digital dan perilaku anak. Penelitian kualitatif dengan desain tinjauan teoretis kritis (critical theoretical review) ini menganalisis 35 artikel ilmiah sekunder bereputasi terbitan sepuluh tahun terakhir melalui teknik penelusuran pustaka sistematis dan analisis tematik berbasis perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ecological Systems Theory dan Social Learning Theory memerlukan rekonseptualisasi karena media digital kini berperan sebagai mikrosistem baru yang memengaruhi sosialisasi anak melalui penguatan algoritmik. Dimensi regulasi emosi dan empati ditemukan sebagai aspek yang paling rentan mengalami penurunan fungsi akibat penggunaan layar berlebihan (excessive screen time). Selain itu, dampak media digital terhadap perilaku anak tidak berlangsung secara langsung, melainkan dipengaruhi oleh pola pendampingan orang tua (parental mediation) dan iklim sosial di sekolah sebagai variabel perantara. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar pendidik dan orang tua merancang strategi pengasuhan digital yang komunikatif serta menerapkan literasi media berbasis interaksi nyata untuk menjaga tumbuh kembang sosial-emosional anak.