Program pengabdian kepada masyarakat pada industri kerajinan kulit CV CMP dan UD DJA di Kabupaten Sidoarjo bertujuan meningkatkan kapasitas ergonomi, kesehatan keselamatan kerja, dan pemasaran daring guna mendukung ekspansi pasar ekspor. Kegiatan diawali dengan identifikasi permasalahan mitra yang meliputi pemasaran konvensional, rendahnya kesadaran keselamatan kerja, keterbatasan bahasa Inggris, dan minimnya pemanfaatan media daring. Empat pelatihan dilaksanakan, yaitu pemasaran daring, kesehatan keselamatan kerja, bahasa Inggris praktis, dan pendampingan pembuatan situs web. Untuk menentukan prioritas pelaksanaan program secara sistematis, diterapkan metode Analytic Hierarchy Process yang menyusun lima kriteria dan empat alternatif strategi berdasarkan penilaian pemangku kepentingan. Hasil pengabdian menunjukkan kriteria keberlanjutan program memperoleh bobot tertinggi (0,482), sedangkan alternatif perbaikan ergonomi dan keselamatan kerja menjadi prioritas utama (0,456) dengan rasio inkonsistensi 0,03. Setelah program berjalan, kedua mitra menunjukkan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, tersedianya situs web sebagai media promosi, serta tumbuhnya kesadaran keselamatan kerja dibandingkan kondisi sebelum program. Kegiatan ini memberikan model prioritas intervensi yang dapat direplikasi pada program pendampingan UKM kerajinan sejenis.
Copyrights © 2026