Dalam meningkatkan pemanfaatan komoditas porang, diperlukan strategi pemberdayaan masyarakat yang tepat melalui pelatihan atau penyuluhan yang efektif. Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang memiliki potensi besar dalam budidaya porang, namun masyarakat masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan kemampuan dalam pengolahan, pengemasan, manajemen keuangan, dan pemasaran produk porang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas bentuk pelatihan yang paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis usaha porang. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menganalisis dan menentukan prioritas pelatihan berdasarkan empat kriteria utama: pelatihan pengolahan porang, pelatihan pengemasan, pelatihan keuangan, dan pelatihan pemasaran. Alternatif bentuk pelatihan yang dianalisis meliputi pelatihan langsung, pelatihan online, pendampingan usaha, dan pelatihan berbasis kelompok. Hasil akhir dari penelitian ini adalah penetapan bentuk pelatihan prioritas yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat Desa Cupak. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perumusan strategi pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal.
Copyrights © 2026