Kondisi fisik bangunan gedung sekolah TK Aisyiyah 22 Jakarta yang sudah tidak layak baik dari segi konstruksi maupun kebutuhan ruang menjadikan pihak sekolah ingin meningkatkan kualitas fisik gedung tersebut. Metode perencanaan yang digunakan adalah teori Snyder & Catanese yang menyebutkan ada 5 (lima) tahapan perancangan yang harus dilakukan, diantaranya: tahap permulaan, tahap persiapan, tahap usulan, tahap evaluasi, dan tahap tindakan. Data yang dikupulkan melalui observasi dan wawancara. Pada akhirnya tim arsitek menemukan bahwa hal yang menjadi prioritas dalam perbaikan gedung sekolah ini adalah perencanaan ruang terbuka bagi anak-anak sekolah untuk bermain sesuai dengan tahap usia mereka.
Copyrights © 2026