Wilayah perbatasan termasuk dalam kategori daerah 3T yang menghadapi keterbatasan akses pelayanan kefarmasian. Desa Sebunga di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang hanya bergantung pada Puskesmas Sajingan Besar sebagai penyedia layanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi aksesibilitas masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kefarmasian. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan wawancara. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan purposive dan accidental sampling serta dianalisis dengan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik, ekonomi, dan sosial mempengaruhi kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Peningkatan aksesibilitas perlu disertai dengan perbaikan kualitas pelayanan guna membentuk persepsi masyarakat yang lebih positif terhadap pelayanan kefarmasian di wilayah perbatasan.
Copyrights © 2026