Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

CONTAGION EFFECT DAN INTEGRASI PASAR MODAL DI KAWASAN ASIA, EROPA DAN AMERIKA Robiyanto; Fajar Hartanto, Aldhi
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 14 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.481 KB) | DOI: 10.33830/jom.v14i1.138.2018

Abstract

Capital market integration is a very interesting topic to study because it is constantly evolving along with the development of time and conditions that occur in the capital markets in the world. This study examines the integration of capital markets and the contagion effect of capital markets in Asia, Europe and America. This study uses monthly closing data of Jakarta Composite Index (JCI) for Indonesia, (KLCI) for Malaysia, PSE Composite Index (PSE) for Philippines, Straight Times Index (STI) for Singapore, SET Index (SET) for Thailand, NIKKEI 225 for Japan, FTSE 100 for UK, DAX 30 for Germany, CAC 40 for France, IBEX 35 for Spain, Dow Jones for USA during period of January 2012 until December 2016. The result of this research is there is no comovement between capital markets of Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapore, Thailand, Japan, UK, Germany, France, Italy, Spain and the United States.   Integrasi pasar modal merupakan topik yang masih sangat menarik untuk dikaji karena senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan waktu dan kondisi yang terjadi pada pasar modal-pasar modal yang ada di dunia. Penelitian ini mengkaji integrasi pasar modal dan contagion effect dari pasar modal di Asia, Eropa dan Amerika. Penelitian ini menggunakan data penutupan bulanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk Indonesia, Kuala Lumpur Composite Index (KLCI) untuk Malaysia, PSE Composite Index(PSE) untuk Filipina, Straight Times Index (STI) untuk Singapura, SET Index (SET) untuk Thailand, NIKKEI 225 untuk Jepang, FTSE 100 untuk Inggris, DAX 30 untuk Jerman, CAC 40 untuk Prancis, IBEX 35 untuk Spanyol, Dow Jones untuk Amerika Serikatselama periode bulan Januari 2012 sampai dengan Desember 2016. Hasil penelitian ini adalah tidak terdapat comovement antara pasar modal Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Jepang, UK, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat.
UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA KOMBINASI JUS MENTIMUN (Cucumis sativus Linn,) DAN JUS KACANG PANJANG (Vigna sinensis (L.) Savi Ex Has.) PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI SUKROSA Pratama Lumban Tobing, Yoga; Robiyanto; Sari, Rafika
JURNAL BORNEO AKCAYA Vol 3 No 2 (2016): Jurnala Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51266/borneoakcaya.v3i2.69

Abstract

Diabetes mellitus is metabolic disorder caused by high glucose level due to abnormalities in insulin secretions, work or both that can be caused by alpha-glucosidase and alpha-amylase in intestine. Cucumbers (Cucumis sativus) and cowpeas (Vigna sinensis) are reported as anti-diabetic. The objective of the present study was to determine the effectiveness of cucumber-cowpea juice combination with single juice and metformin on lowering blood glucose level. Rats were made hyperglycemic by induced sucrose 6,825 g/Kg BW orally. Sample was taken on the lateral vein rat tail. Blood glucose levels were observed before and after juice induction in 30, 60, 90, and 120 minutes by using glucometer. The results were analyzed by Mann-Whitney methods. Single cucumber juice 14,11 g/Kg BW and combination cowpea-cucumber juice 26,4 g/Kg BW – 42 g/Kg BW were given the optimum effect. Both the optimum dose have significant level with metformin as positive control (p>0,05). Results showed that the combination have significant level on lowering blood glucose level compared with metformin.
UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA KOMBINASI JUS MENTIMUN (Cucumis sativus) DAN TOMAT (Solanum lycopersicum L) TERHADAP TIKUS WISTAR JANTAN Suntoro; Susanti, Ressi; Robiyanto
JURNAL BORNEO AKCAYA Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51266/borneoakcaya.v4i1.76

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disease with characteristics of hyperglycemia. Conventional treatments using oral medications such as glibenclamide and metformin have many side effects. Therefore, it is necessary to find an alternative drug that is more effective and safer. Some agents that are often used as anantihiperglikemia are cucumber and tomato.The purpose of this study was to determine the effectiveness of combination of cucumber and tomato juice to decrease blood glucose levels of male Wistar ratsusingglucose tolerance method. Male Wistar rats were fasted for 10 hours and then measured the levels of fasting blood glucose. Then animals test were given the juice (single and combination), 30 minutes later were given a dose of sucrose load of 6.75 g / KgBW orally. Blood glucose levels of animal testre-measured at 30th, 60th, 90th, and 120th minutes after loading sucrose using a glucometer.The measurement results showed that blood glucose levels of the combination of cucumber and tomato juice group with dose ratio of 28 g/KgBW:16.8 g/KgBW gave decrease blood glucose levels significantly compared to the negative control group (p≤0.05) and didn’t not provide a significant difference compared to the metformin group (p ≥0.05).
Tanggung Jawab Hukum Pengelola Rumah Dinas Bagi Anggota Brimob Kedung Halang Bogor Robiyanto; Mulyadi; Ma'arif, Rizal Syamsul
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 3 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i3.12665

Abstract

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia, selain makan minum dan pakaian. Setiap orang membutuhkan rumah untuk ditempati sebagai suatu perlindungan terhadap diri dan keluarga. Oleh karena itu, untuk memperoleh rumah setiap orang akan berusaha sekeras mungkin untuk dapat memiliki rumah atau menyewa dan memanfaatkan rumah yang diamanahkan kepadanya. Penelitian ini bertujuan melakukan pengkajian mendalam tentang Tanggung Jawab Hukum Pengelola Rumah Dinas Bagi Anggota Brimob Kedung Halang Bogor”. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris yaitu sebuah penelitian yang melakukan kajian terhadap gejala hukum yang terjadi dalam masyarakat. Gejala atau fenomena yang terjadi dalam masyarakat diteliti secara ilmiah untuk menemukan solusi bahkan melahirkan teori dari hasil temuan peneliti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tanggung jawab hukum pengelola rumah dinas bagi Anggota Brimob Kedung Halang Bogor yaitu berupa pidana jika dilakukan dengan maksud menggelapkan, memiliki tanpa izin, menjual dan mengambil secara paksa. Dan secara perdata melakukan ganti rugi bila perbuatannya merugikan negara maupuan daerah. Pertanggung jawaban dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan secara khusus Perpol Nomor 13 Tahun 2018  dan PP Nomor 6 Tahun 2006 Pasal 1.
AKSESIBILITAS LAYANAN KEFARMASIAN DI WILAYAH PERBATASAN: STUDI KUALITATIF DI DUSUN SASAK DESA SANTABAN KECAMATAN SAJINGAN BESAR KALIMANTAN BARAT Damayanti, Winalda; Robiyanto; Susanti, Ressi; Haulaini, Shahiroh; Erwansani, Enggy
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah perbatasan memiliki keterbatasan geografis dan infrastruktur yang dapat memengaruhi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, termasuk layanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aksesibilitas layanan kefarmasian berdasarkan pengalaman masyarakat di Dusun Sasak, Desa Santaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap 10 responden yang dipilih secara purposive danaccidental sampling yang kemudian dianalisis dengan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan kefarmasian dipengaruhi oleh jarak dan waktu tempuh, ketersediaan transportasi, biaya, ketersediaan obat, serta jam layanan. Masyarakat cenderung memilih fasilitas kesehatan yang paling dekat dan mudah dijangkau meskipun berada di luar wilayah administratif. Hambatan yang ditemukan meliputi kekosongan obat, keterbatasan jam layanan, serta keterbatasan jenis layanan yang mengharuskan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Kesimpulan menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan kefarmasian di wilayah perbatasan masih menghadapi kendala geografis dan operasional, namun masyarakat telah beradaptasi dengan memanfaatkan fasilitas yang paling mudah dijangkau. Walaupun begitu, diperlukan penguatan ketersediaan obat, optimalisasi layanan di fasilitas terdekat untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kefarmasian.
AKSESIBILITAS LAYANAN KEFARMASIAN DI DAERAH PERBATASAN: TEMUAN KUALITATIF DI DESA KALIAU’ KECAMATAN SAJINGAN BESAR KALIMANTAN BARAT Hariska, Ina; Robiyanto; Susanti, Ressi; Haulaini, Shahiroh; Erwansani, Enggy
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian berperan penting dalam menjamin penggunaan obat yang aman dan rasional, namun aksesibilitasnya masih menjadi tantangan di wilayah perbatasan dengan keterbatasan geografis dan sistem pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aksesibilitas layanan kefarmasian di Desa Kaliau’, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas sebagai wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Informan dipilih secara purposive dan accidental sampling, dengan analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan kefarmasian dipengaruhi oleh keterjangkauan fisik, ketersediaan layanan, sumber daya manusia, sarana prasarana, dan pembiayaan. Meskipun akses geografis relatif mudah, masih terdapat keterbatasan yaitu belum tersedianya layanan obat di luar puskesmas, keterbatasan tenaga kesehatan khususnya dokter tetap, serta fasilitas pelayanan kefarmasian yang belum memadai. Hal ini menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan kefarmasian di wilayah perbatasan belum optimal.
ANALISIS AKSESIBILITAS MASYARAKAT WILAYAH PERBATASAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN: STUDI KASUS DI DESA SEBUNGA KECAMATAN SAJINGAN BESAR KALIMANTAN BARAT Maharani, Shindy; Robiyanto; Purwanti, Nera Umilia; Haulaini, Shahiroh; Erwansani, Enggy
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah perbatasan termasuk dalam kategori daerah 3T yang menghadapi keterbatasan akses pelayanan kefarmasian. Desa Sebunga di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang hanya bergantung pada Puskesmas Sajingan Besar sebagai penyedia layanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi aksesibilitas masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kefarmasian. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan wawancara. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan purposive dan accidental sampling serta dianalisis dengan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik, ekonomi, dan sosial mempengaruhi kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Peningkatan aksesibilitas perlu disertai dengan perbaikan kualitas pelayanan guna membentuk persepsi masyarakat yang lebih positif terhadap pelayanan kefarmasian di wilayah perbatasan.
STUDI KASUS AKSESIBILITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA: EKSPLORASI KUALITATIF DI DESA SANATAB, KALIMANTAN BARAT Hafizul Haq, Iqbal; Robiyanto; Purwanti, Nera Umilia
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksesibilitas pelayanan kefarmasian di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan infrastruktur, tenaga kesehatan, dan ketersediaan obat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam aksesibilitas pelayanan kefarmasian di Desa Sanatab, Kalimantan Barat. Studi kasus kualitatif ini melibatkan enam informan yang dipilih secara purposive and accidental sampling, terdiri dari tokoh masyarakat dan pengguna layanan. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi dua tema utama: akses geografis dan transportasi, serta akses terhadap ketersediaan obat dan logistik farmasi. Hambatan utama meliputi ketiadaan angkutan umum dan ketidaklengkapan stok obat esensial di puskesmas. Masyarakat mengembangkan strategi adaptif berupa self-medikasi, pengobatan tradisional, pemanfaatan tenaga mantri, serta pengobatan lintas negara ke Malaysia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aksesibilitas pelayanan kefarmasian di perbatasan tidak cukup hanya dengan keberadaan fasilitas kesehatan, tetapi harus didukung transportasi publik yang terjangkau dan jaminan ketersediaan obat esensial secara berkelanjutan.