Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan yang persisten dan memerlukan penanganan tidak hanya melalui pendekatan teknologi dan kebijakan, tetapi juga melalui pendidikan lingkungan sejak usia dini. Artikel ini mendeskripsikan kegiatan edukasi berbasis masyarakat yang menggunakan metode storytelling interaktif dengan media boneka untuk memperkenalkan kepada anak-anak dampak sampah plastik terhadap sungai dan organisme perairan. Kegiatan dilaksanakan bersama anak-anak mulai dari tingkat kelompok bermain hingga kelas VI sekolah dasar di Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Cerita berjudul “Kuki dan Kiko si Ikan Kecil: Sampah di Sungai” mengisahkan seorang anak yang membuang sampah plastik ke sungai sehingga menyebabkan dua ekor ikan terperangkap. Cerita tersebut kemudian diakhiri dengan penyelesaian yang menekankan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Hasil pembelajaran dievaluasi secara deskriptif melalui observasi dan pemberian sepuluh pertanyaan secara lisan setelah pertunjukan. Peserta menunjukkan perhatian dan partisipasi yang tinggi serta memberikan respons yang mengindikasikan pemahaman mengenai praktik pembuangan sampah yang tepat, pemilahan sampah plastik dan organik, pengurangan penggunaan kemasan sekali pakai, serta konsekuensi ekologis dari pembuangan sampah ke sungai. Dengan demikian, storytelling interaktif menggunakan media boneka berpotensi menjadi media yang kontekstual dan menarik untuk memperkenalkan literasi sampah plastik serta menumbuhkan kepedulian lingkungan pada anak-anak. Implementasi selanjutnya perlu dilengkapi dengan pengukuran pre-test dan post-test, pemantauan dalam jangka waktu yang lebih panjang, serta keterlibatan keluarga.
Copyrights © 2026