Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan Program SERASI (Structured Environment for Inclusive Education), sebuah model kolaborasi rumah-sekolah berbasis parent empowerment, untuk mengatasi kesenjangan penerapan structured environment antara sekolah dan rumah bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SDN 14 Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan desain evaluasi pra-pasca satu kelompok (one-group pretest-posttest design), meliputi FGD kebutuhan mitra, penyusunan panduan dan modul, sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi. Data dikumpulkan melalui instrumen pemahaman 15 item dan angket kepuasan 10 aspek dari 55 peserta (33 orang tua, 15 guru, 7 kepala sekolah). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 76,1% menjadi 98,2% (naik 22,1 poin), dengan kenaikan tertinggi pada klaster pengelolaan perilaku positif (+24,7 poin), serta tingkat kepuasan peserta yang tinggi (rata-rata 4,36 dari skala 5). Program SERASI terbukti efektif meningkatkan pemahaman awal orang tua dan guru dalam menerapkan structured environment secara konsisten di rumah dan sekolah, meski dampak pada perubahan perilaku ABK secara nyata masih memerlukan pendampingan dan evaluasi lanjutan.
Copyrights © 2026