Dalam pembelajaran penerjemahan, subtitling menuntut mahasiswa mengambil keputusan bahasa sambil membaca gambar, suara, durasi tayang, segmentasi, dan kebutuhan pemirsa. Penelitian ini mengkaji kegiatan subtitling Inggris-Indonesia berbantuan SABAMS (Software Alat Bantu Ajar Menerjemahkan Subtitle), prototipe yang menghubungkan pemutaran video, penyusunan subtitle, pemeriksaan waktu dan segmentasi, umpan balik, serta revisi. Desain deskriptif kualitatif digunakan pada satu kelas semester lima Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di sebuah perguruan tinggi swasta di Indonesia dengan 28 mahasiswa. Data berasal dari observasi kelas, 62 unit subtitle, dan wawancara semi-terstruktur. Pengodean menunjukkan penghapusan pada 29,0% unit, parafrasa 22,6%, transfer 21,0%, ekspansi 14,5%, dan strategi lain 12,9%. Persentase tersebut menggambarkan pola strategi, bukan mutu terjemahan. Pembacaan silang atas produk, observasi, dan keterangan mahasiswa memperlihatkan penggunaan petunjuk multimodal, pengelolaan batas ruang-waktu, reformulasi untuk audiens, dan revisi setelah umpan balik. SABAMS diposisikan sebagai lingkungan mediasi pembelajaran, bukan bukti mandiri peningkatan kompetensi.
Copyrights © 2026