Pendidikan karakter, khususnya penguatan nilai nasionalisme, menghadapi tantangan serius di tengah globalisasi dan disrupsi digital yang memengaruhi orientasi nilai generasi muda. Artikel ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai nasionalisme melalui pembelajaran PPKn dalam penguatan karakter kebangsaan peserta didik sekaligus mengidentifikasi kesenjangan antara konsep dan praktik. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, regulasi, dan laporan penelitian menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai nasionalisme belum optimal akibat dominasi pendekatan kognitif dalam pembelajaran, sehingga nilai cenderung berhenti pada tataran pengetahuan. Sebagai kontribusi teoritis, artikel ini menawarkan model internalisasi tiga lapis yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara berkelanjutan. Secara praktis, temuan ini menekankan pentingnya peran guru dalam merancang pembelajaran berbasis isu, refleksi, dan pengalaman langsung yang terintegrasi dengan budaya sekolah, sehingga nilai nasionalisme tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku peserta didik.
Copyrights © 2026