Erikson Agung Bau
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Dampak Perubahan Sosial Terhadap Pola Kriminalitas: Tinjauan Berdasarkan Teori Kriminologi Modern: Tinjauan Berdasarkan Teori Kriminologi Maria Cindiany Baru; Fadil Mas’ud; Auliya Ratnasari; Erikson Agung Bau; Eroy Marthen Selan; Firdiyanti; Jeny Susanti Manoh; Kevy L. F. Taneo; Marianus Siga; Nobertus Deni Cuan; Ortalana Anisa Merfi Tob
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36733

Abstract

Perubahan sosial yang dipicu oleh modernisasi, globalisasi, urbanisasi, dan perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak signifikan terhadap dinamika kriminalitas di Indonesia. Transformasi sosial yang berlangsung cepat menciptakan ketidakseimbangan nilai dan melemahkan pengendalian sosial, sehingga melahirkan bentuk-bentuk kejahatan modern, terutama di ruang digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perubahan sosial dan pola kriminalitas dengan menggunakan pendekatan teori-teori kriminologi modern, seperti strain theory, social learning theory, differential association, dan labeling theory. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui penelaahan jurnal ilmiah, buku kriminologi, dan laporan resmi terkait perkembangan kejahatan di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kejahatan siber, penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, serta perubahan motivasi kriminal erat kaitannya dengan rendahnya literasi digital, ketimpangan ekonomi, serta perubahan struktur sosial masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa dinamika kriminalitas modern tidak dapat dipahami tanpa melihat konteks perubahan sosial yang melingkupinya. Oleh karena itu, upaya pencegahan kriminalitas harus diarahkan pada penguatan literasi digital, kebijakan sosial yang adaptif, serta pendidikan kewarganegaraan yang mampu membangun kesadaran etis dan perilaku digital yang bertanggung jawab. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman teoretis mengenai hubungan antara perubahan sosial dan kriminalitas modern dalam konteks Indonesia.
Internalisasi Nilai Nasionalisme Melalui Pembelajaran PPKn untuk Penguatan Karakter Peserta Didik Angelia Hunu Ola Lewokeda; Meryana Micselen Doko; Kurniati Amir; Anjulin Yonathan Kamlasi; Trianti Gloria Dubu; Erikson Agung Bau; Irfan Harbona Olo
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10724

Abstract

Pendidikan karakter, khususnya penguatan nilai nasionalisme, menghadapi tantangan serius di tengah globalisasi dan disrupsi digital yang memengaruhi orientasi nilai generasi muda. Artikel ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai nasionalisme melalui pembelajaran PPKn dalam penguatan karakter kebangsaan peserta didik sekaligus mengidentifikasi kesenjangan antara konsep dan praktik. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, regulasi, dan laporan penelitian menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai nasionalisme belum optimal akibat dominasi pendekatan kognitif dalam pembelajaran, sehingga nilai cenderung berhenti pada tataran pengetahuan. Sebagai kontribusi teoritis, artikel ini menawarkan model internalisasi tiga lapis yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara berkelanjutan. Secara praktis, temuan ini menekankan pentingnya peran guru dalam merancang pembelajaran berbasis isu, refleksi, dan pengalaman langsung yang terintegrasi dengan budaya sekolah, sehingga nilai nasionalisme tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku peserta didik.