Angelia Hunu Ola Lewokeda
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELEVANSI TEORI KRIMINOLOGI KLASIK DALAM MENJELASKAN RASIONALITAS PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA Nindy Nenobais; Beatrix Nino Funay; Angelia Hunu Ola Lewokeda; Fadil Mas'ud; Maria Selfiani Teci; Dedy Riwu; Kevy Listiana Fransisca Taneo; Brampi Soniman Sae; Denil Ngginak; Ave Regina Chandra Kirana; Febiana Elisabet Mase
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36164

Abstract

Korupsi menjadi persoalan serius di Indonesia yang merusak tata kelola pemerintahan, supremasi hukum, dan kepercayaan publik, meskipun telah diterapkan regulasi dan lembaga penegak hukum. Praktik korupsi tetap berlangsung secara sistematis, sering dilakukan oleh individu berpendidikan dan menduduki posisi strategis, menunjukkan sifat rasional dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas pelaku korupsi melalui perspektif teori kriminologi klasik, yang menekankan kebebasan memilih, perhitungan biaya-manfaat, dan upaya pencegahan sebagai landasan memahami perilaku kriminal. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji buku, jurnal ilmiah, undang-undang, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku korupsi mempertimbangkan manfaat yang diperoleh lebih besar dibanding risiko hukuman, sementara kelemahan sistem pengawasan, celah birokrasi, dan minimnya akuntabilitas memperkuat sifat oportunistik tindakan mereka. Teori kriminologi klasik terbukti relevan untuk menjelaskan perilaku rasional tersebut, menyoroti kepastian, kecepatan, dan keparahan hukuman sebagai faktor pencegahan yang penting. Kesimpulan penelitian menekankan perlunya penguatan mekanisme hukum, strategi pencegahan, dan reformasi kebijakan antikorupsi, disertai pertimbangan faktor struktural dan institusional agar praktik korupsi dapat diminimalkan.
Internalisasi Nilai Nasionalisme Melalui Pembelajaran PPKn untuk Penguatan Karakter Peserta Didik Angelia Hunu Ola Lewokeda; Meryana Micselen Doko; Kurniati Amir; Anjulin Yonathan Kamlasi; Trianti Gloria Dubu; Erikson Agung Bau; Irfan Harbona Olo
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10724

Abstract

Pendidikan karakter, khususnya penguatan nilai nasionalisme, menghadapi tantangan serius di tengah globalisasi dan disrupsi digital yang memengaruhi orientasi nilai generasi muda. Artikel ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai nasionalisme melalui pembelajaran PPKn dalam penguatan karakter kebangsaan peserta didik sekaligus mengidentifikasi kesenjangan antara konsep dan praktik. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, regulasi, dan laporan penelitian menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai nasionalisme belum optimal akibat dominasi pendekatan kognitif dalam pembelajaran, sehingga nilai cenderung berhenti pada tataran pengetahuan. Sebagai kontribusi teoritis, artikel ini menawarkan model internalisasi tiga lapis yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara berkelanjutan. Secara praktis, temuan ini menekankan pentingnya peran guru dalam merancang pembelajaran berbasis isu, refleksi, dan pengalaman langsung yang terintegrasi dengan budaya sekolah, sehingga nilai nasionalisme tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku peserta didik.