Anjulin Yonathan Kamlasi
Universitas Nusa Cendana

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan di SMA dengan Analytic Hierarchy Process (AHP) Anju, Desita Aulia; Agustian, Fajar; Walid, Khalid Ibnu
MULTINETICS Vol 4, No 1 (2018): MULTINETICS MEI (2018)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.Vol4.No.1.2018.pp.27-33

Abstract

Abstrak - Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem yang dapat membantu seseorang dalam mengambil keputusan yang akurat dan tepat sasaran. Banyak permasalahan yang dapat diselesaikan dengan menggunakan SPK, salah satunya adalah pemilihan jurusan di SMA. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam membangun suatu SPK, diantaranya Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam memecahkan permasalahan yang bersifat multi kriteria. Penelitian ini menggunakan metode AHP dalam menentukan pemilihan jurusan di SMA. Sistem dirancang dengan menggunakan bahasa pemograman C# dan aplikasi SQL Server yang digunakan untuk mengolah data. Data yang diolah berupa empat kriteria (Nilai Akademik, Nilai Psikotest, Minat Siswa, dan dari Orang Tua) untuk tiga alternatif (IPA, IPS, dan Bahasa). Hasil penelitian akan menunjukan sistem pendukung keputusan yang telah dirancang dapat menghasilkan informasi prioritas jurusan yang sesuai dengan kemampuan siswa sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pemilihan jurusan.
Ambon City Local Government Medium-Term Development (RPJMD): Culture Transmission Through Panas Pela of Education as A Peacebuilding Asyrul Fikri; Anju Nofarof Hasudungan
Journal of Local Government Issues (LOGOS) Vol. 4 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/logos.v4i1.12751

Abstract

Pela Gandong local wisdom has played a significant role as a media for Ambon conflict resolution. The existence of dialogue and communication based on Pela Gandong culture can bring mutually battling parties to achieve peace. Therefore, the purpose of the study is to describe how SMPN 4 Salahutu Liang Central Maluku with 100% Muslim students also, SMPN 9 Ambon City with 99% of their Christian/Catholic students in implementing Panas Pela of Education as the transmission of Pela Gandong culture as an implementation of the Ambon City Regional Medium-term Development Plan (RPJMD). Panas Pela of education is an assemblage of students with different religions tore-warm the sibling relationship (Pela Gandong). This study uses descriptive qualitative research methods with a case study approach. Data collection is done by participatory observation, literature study, document analysis, and interviews. The results showed that the Panas Pela of Education activity on January 29, 2018, had succeeded in transmitting Pela Gandong culture to students to maintain peace. It can be seen by student’s ability from both schools to blend in with one another without segregation and together celebrate the Panas Pela of Education. It is expected that the field of education implementing Panas Pela of Education sustainably. It will surely be successful because the local wisdom of the Pela Gandong has been integrated into the Ambon City Local Government Medium-term Development Plan (RPJMD).
Hubungan Status Gizi dengan Kualitas Hidup Pasien Lansia di Puskesmas Medan Amplas pada Tahun 2023 Ridha, Rasyid; Laras, Naomi Laksita; Aldreyn, Amalia Faghira; Simanjuntak, Anju Marlina; Rhamadany, Cindy Clara; Mildsi, Adam Rizky; Alona, Ivana
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v5i1.13806

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penuaan adalah proses yang kompleks dengan perubahan fisiologis, psikologis, dan faktor sosial dan mempengaruhi berbagai aspek termasuk nutrisi. Aspek tersebut meliputi indera penciuman dan rasa, kemampuan mengunyah dan menelan serta fungsi gastrointestinal yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara status gizi dengan kualitas hidup lansia Metode: Penelitian ini merupakan studi penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional menggunakan data primer yang berasal dari kuesioner, serta data status gizi. Status gizi dinilai dengan indeks massa tubuh serta lingkar pinggang. Sampel penelitian dipilih dengan metode purposive sampling. Data disajikan dalam bentuk kategori dan hubungan antar variabel dianalisis dengan Fisher exact Hasil: Pada analisis 28 responden, didapatkan nilai p berturut-turut untuk hubungan indeks massa tubuh dengan domain kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan, adalah 0,596; 0,971; 0,935; dan 0,817 (p > 0,05). Terkait dengan lingkar pinggang dengan kualitas hidup, didapatkan nilai p berturut-turut untuk domain kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan adalah 0,886; 1,000; 0,599; dan 1,000 (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh maupun lingkar pinggang dengan kualitas hidup lansia. Kata Kunci: indeks massa tubuh, kualitas hidup, lanjut usia, lingkar pinggang, status gizi   ABSTRACT Introduction: Aging is a complex process encompassing many changes in physiological, psychological, social, and also nutritional aspects. Olfactory sense, gustatory sense, mastication, swallowing process, and gastrointestinal function are nutritional problems commonly found in elderly that can influence their quality of life. This study aimed to analyze the association between nutritional status and quality of life in elderly. Methods: This study is an analytical study with a cross-sectional design, using primary data from questionnaires and nutritional status. Nutritional status was assessed by measuring body mass index and waist circumference. The sample was selected by using the purposive sampling method. Variables were shown in categorical variable. The association between variables was analyzed using Fisher exact. Results: Analysis of 28 respondents, the p-value was 0,596; 0,971; 0,935; and 0,817 (p > 0.05) for association between body mass index and physical health, psychological, social, environmental domain, respectively. Regarding association between waist circumference and quality of life, the p-value was 0,886; 1,000; 0,599; dan 1,000 (p >0,05) for physical health, psychological, social, environmental domain, respectively. Conclusion: There is no significant relationship found between nutritional status (body mass index and waist circumference) and quality of life of elderly. Keywords: body mass index, elderly, nutritional status, quality of life, waist circumference
Inovasi Metode Pembelajaran Inquiry untuk Penguatan Nilai-Nilai Karakter Kewarganegaraan pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Anjulin Yonathan Kamlasi; Fredik Lambertus Kollo; Thomas Kemil Masi; Dorkas Yufice Aryanti Kale; Melinda Ratu Radja; Fadil Mas'ud; Makarius Erwin Bria; Kevi Listiana Fransisca Taneo
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.25982

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam pembentukan warga negara yang berkepribadian, berintegritas, dan memiliki kesadaran moral tinggi. Namun, dalam praktik pembelajaran di sekolah, penanaman nilai-nilai karakter kewarganegaraan sering kali masih bersifat teoritis dan kurang menyentuh aspek pengalaman belajar siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi metode pembelajaran inquiry sebagai strategi efektif dalam penguatan nilai-nilai karakter kewarganegaraan pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inquiry mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, rasa ingin tahu, kerja sama, dan kepedulian sosial melalui kegiatan penyelidikan aktif terhadap masalah-masalah sosial yang relevan dengan kehidupan nyata. Inovasi pembelajaran ini juga memperkuat kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Oleh karena itu, metode inquiry terbukti relevan sebagai pendekatan pedagogis yang mendorong transformasi nilai karakter kewarganegaraan secara kontekstual dan bermakna.
Potensi Mikoremediasi Logam Pb dan Cd dengan Isolat Jamur Indigenous dari TPA Piyungan, Yogyakarta: Indonesia Lathifah, Annisa Nur; Prawitasari, Diah Ayu; Asmara, Adelia Anju; Haya, Diah Aqila Fadia; Karimah, Khodijah; Wulandari, Dewi
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2026): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol18.iss2.art10

Abstract

Heavy metal pollution is a major environmental problem due to its toxicity, persistence, and potential accumulation in ecosystems. Cadmium (Cd) and Lead (Pb) are among the toxic heavy metals that can contaminate soil and groundwater, particularly due to improper waste management practices. Bioremediation using microorganisms, including fungi, has been investigated as an alternative approach for reducing heavy metal contamination. This study aimed to isolate indigenous fungi from Piyungan Landfill soil and evaluate their potential for Cd and Pb bioremediation. Soil sampels were collected from Piyungan Landfill and subjected to fungal isolation using pour plate methods to obtain indigenous fungal isolates. The remediation potential of fungal isolates was evaluated in modified nutrient-limited media supplemented with Cd concentrations of 0.5, 5, and 10 ppm and Pb concentrations of 50, 100, and 150 ppm, with Bromothymol Blue (BTB) as an indicator. Fungal characterization was performed based on macroscopic observations, including colony color, surface characteristics, and morphology, as well as microscopic observation using lactophenol blue staining. All isolates demonstrated potential for heavy metal bioremediation, indicated by fungal growth and changes in medium color and pH after exposure to Pb and Cd. The optimum remediation potential for Cd was observed in isolates 5, 6, and 7 at concentrations of 0.5, 5, and 10 ppm, respectively. Meanwhile, all isolates showed potential for Pb remediation based on changes in the test medium. These findings indicate that indigenous fungi isolated from landfill soil have potential as biological agents for the remediation of Pb- and Cd-contaminated environments.
Internalisasi Nilai Nasionalisme Melalui Pembelajaran PPKn untuk Penguatan Karakter Peserta Didik Angelia Hunu Ola Lewokeda; Meryana Micselen Doko; Kurniati Amir; Anjulin Yonathan Kamlasi; Trianti Gloria Dubu; Erikson Agung Bau; Irfan Harbona Olo
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10724

Abstract

Pendidikan karakter, khususnya penguatan nilai nasionalisme, menghadapi tantangan serius di tengah globalisasi dan disrupsi digital yang memengaruhi orientasi nilai generasi muda. Artikel ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai nasionalisme melalui pembelajaran PPKn dalam penguatan karakter kebangsaan peserta didik sekaligus mengidentifikasi kesenjangan antara konsep dan praktik. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, regulasi, dan laporan penelitian menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai nasionalisme belum optimal akibat dominasi pendekatan kognitif dalam pembelajaran, sehingga nilai cenderung berhenti pada tataran pengetahuan. Sebagai kontribusi teoritis, artikel ini menawarkan model internalisasi tiga lapis yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara berkelanjutan. Secara praktis, temuan ini menekankan pentingnya peran guru dalam merancang pembelajaran berbasis isu, refleksi, dan pengalaman langsung yang terintegrasi dengan budaya sekolah, sehingga nilai nasionalisme tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku peserta didik.