Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang pada balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemantauan pertumbuhan anak dan pemantauan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) secara tepat dan berkualitas menjadi strategi utama pencegahan stunting. Peran kader Posyandu dalam pemantauan MP-ASI di hari buka posyandu sangat strategis sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini. Keterlibatan aktif kader dalam pemantauan pertumbuhan anak, edukasi gizi, dan pemantauan pemberian MP-ASI menjadi keberhasilan intervensi gizi berbasis masyarakat. Kader Posyandu berperan sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan masyarakat di tingkat desa atau kelurahan. Metode pengabdian masyarakat dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan fokus pada penguatan peran kader posyandu dalam pemantauan praktik MP ASI. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan di wilayah kerja Puskesmas Samberejo Kabupaten Rejang Lebong. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader setelah pelatihan. Kader mampu menjalankan perannya secara optimal, tidak hanya sebagai pengumpul data, tetapi juga sebagai edukator yang memberikan umpan balik perbaikan praktik pemberian makan kepada ibu atau pengasuh. Kesimpulan pelatihan dapat meningkatkan keterampilan kader dalam pemantauan praktik MP ASI di hari buka posyandu. Disarankan pemantauan praktik MP ASI tetap dilakukan dan didampingi oleh tenaga gizi.
Copyrights © 2026