Latar Belakang: Krisis moral generasi muda di era digital menjadi tantangan serius bagi pendidikan Islam, terutama karena masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan moral dan tindakan moral (moral knowing vs moral action) di kalangan siswa madrasah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguasaan nilai secara kognitif belum selalu diikuti oleh internalisasi dan penerapan nilai dalam perilaku sehari-hari. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai Insan Kamil dalam pengembangan kecerdasan moral siswa serta merumuskan rancangan bimbingan berbasis nilai tersebut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi terstruktur dan partisipasi pasif selama delapan hari di MA Al Huda Bandung Barat, dilengkapi dengan wawancara mendalam serta telaah kritis terhadap literatur yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola pengembangan kecerdasan moral, hambatan implementasi, dan peluang integrasi nilai Insan Kamil dalam layanan pendidikan. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa pengembangan kecerdasan moral di MA Al Huda masih lebih berorientasi pada aspek intelektual atau moral knowing dibandingkan pembentukan karakter secara komprehensif. Kelemahan utama terlihat pada aspek empati, kontrol diri, serta belum optimalnya integrasi nilai Insan Kamil dalam kurikulum dan praktik pembinaan siswa. Kesimpulan: Penelitian ini merumuskan Model Tazkirah-Tarbiyah-Tazkiyah-Istiqamah serta rancangan bimbingan integratif yang menggabungkan tujuh aspek kecerdasan moral Borba dengan nilai-nilai Insan Kamil. Model tersebut diharapkan menjadi kerangka pengembangan moral yang lebih utuh untuk mengatasi kesenjangan antara pemahaman nilai dan tindakan moral siswa di era digital.
Copyrights © 2026