Penerapan pembelajaran IPA sekolah dasar yang mengintegrasikan etnosains berorientasi pada kemampuan pemecahan masalah belum dilaksanakan secara optimal oleh guru. Pembelajaran masih cenderung terpaku pada buku teks dan penyampaian materi, sehingga belum memberi ruang bagi pemanfaatan kearifan lokal sebagai konteks pemecahan masalah sains. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kompetensi guru sekolah dasar dalam merancang pembelajaran IPA berbasis pemecahan masalah yang terintegrasi sains. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi, pelatihan, praktik, serta pendampingan penyusunan desain pembelajaran dan modul ajar. Peserta diarahkan untuk mengidentifikasi potensi budaya lokal, mengaitkannya dengan konsep IPA, merumuskan permasalahan kontekstual, dan mengembangkan aktivitas pembelajaran berbasis pemecahan masalah. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu menghasilkan desain serta perangkat pembelajaran IPA dengan memanfaatkan budaya lokal antara lain Batik Cakrapala, gula merah, es drop, geti, tape singkong, dan tempe. Produk yang dihasilkan menunjukkan keterkaitan antara budaya lokal, konsep IPA, permasalahan kontekstual, dan aktivitas pemecahan masalah. Kegiatan ini penting sebagai upaya penguatan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran IPA yang kontekstual dengan memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar.
Copyrights © 2026