Stimulasi kemampuan berpikir logis pada anak usia dini sering kali menghadapi kendala akibat dominasi kegiatan bermain yang tidak terstruktur serta anggapan bahwa pembelajaran kognitif modern memerlukan media digital berbiaya mahal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru PAUD dalam merancang serta menerapkan kegiatan unplugged coding berbasis media low-cost untuk menstimulasi kemampuan berpikir logis anak. Kegiatan ini melibatkan 40 orang guru PAUD yang terhimpun dalam Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Surabaya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan experiential learning melalui lima tahapan: analisis kebutuhan, pelatihan dan workshop, simulasi micro-teaching, pendampingan berkala, serta implementasi dan visitasi lapangan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual guru yang signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan rerata skor tes dari 63,25 (pre-test) menjadi 89,00 (post-test). Selain peningkatan pemahaman, peserta berhasil memproduksi berbagai prototype media unplugged coding dari bahan daur ulang (seperti grid mat dari perlak bekas, kartu instruksi dari karton, dan papan pola dari tutup botol) yang dilengkapi dengan draf rencana pembelajaran (RPPH). Meskipun terdapat kendala dalam pengumpulan bahan daur ulang yang seragam dan penyesuaian gaya bertanya guru, program ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri guru serta membangun budaya merancang pembelajaran berbasis nalar. Ke depan, modul unplugged coding low-cost ini berpeluang dikembangkan lebih lanjut berbasis kearifan lokal dan diimbaskan secara mandiri melalui forum Pusat Kegiatan Gugus (PKG) di tingkat kecamatan.
Copyrights © 2027