Kinerja guru ialah pilar utama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kinerja guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMA wilayah Cabang Dinas III Solok Raya masih tergolong rata‑rata dan belum sepenuhnya memenuhi standar profesionalisme yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh supervisi akademik dan kemampuan manajerial kepala sekolah terhadap peningkatan kinerja guru PJOK, baik secara terpisah maupun bersama‑sama. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain ex-post facto. Sampel penelitian terdiri dari 90 guru PJOK yang dipilih dari populasi 115 orang menggunakan teknik proportionate random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data mencakup statistik deskriptif, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan linearitas), regresi linear berganda, serta uji hipotesis dengan uji‑t untuk analisis parsial dan uji‑F untuk analisis simultan, menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil menunjukkan: (1) supervisi akademik memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja guru PJOK; (2) kemampuan manajerial kepala sekolah juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial; dan (3) ketika kedua variabel tersebut dianalisis secara simultan, keduanya memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru PJOK dengan kontribusi bersama sebesar 25,2%. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pembinaan akademik dan kepemimpinan manajerial kepala sekolah untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta meningkatkan profesionalisme guru.
Copyrights © 2026