Islamic Religious Education (PAI) frequently encounters a pedagogical gap between students' cognitive mastery and their lack of inner self-awareness in daily religious behaviors. This study aims to implement and analyze the effectiveness of a self-reflection strategy through the development of an analytical "spiritual journal" integrated directly into the Teaching Module to enhance the religious attitudes of secondary school students. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model, utilizing an embedded mixed-methods approach. It was conducted in two cycles involving 26 tenth-grade students (Class X-1) at SMA YWKA Bandung. Data collection combined qualitative methods—comprising observations, interviews, and spiritual journals—with quantitative methods using a religious attitude questionnaire adapted from Glock and Stark’s five dimensions of religiosity. Qualitative findings revealed a behavioral transformation; students progressed from a mechanistic and administrative approach to journal completion toward a profound moral evaluation (muhasabah) process, achieving a 100% success rate for classroom observation indicators by the end of Cycle II. Quantitative analysis corroborated these findings, demonstrating an increase in the mean religious attitude score from 129.35 (high category) in the pretest to 137.73 (very high category) in the posttest. A Paired Sample t-test indicated a statistically significant difference (Sig. 0.001 < 0.05), with a Cohen's d effect size of 0.74, classified as a moderate-to-large effect. It is concluded that the actualization of the muhasabah concept through the spiritual journal instrument effectively bridges the cognitive and affective dimensions, successfully fostering autonomous religious behavior among students. Abstrak Pendidikan Agama Islam (PAI) sering dihadapkan pada kesenjangan pedagogis antara penguasaan kognitif siswa dan minimnya kesadaran batin (self-awareness) dalam perilaku religius sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan menganalisis efektivitas strategi refleksi diri melalui pengembangan "jurnal spiritual" analitik yang terintegrasi langsung dalam Modul Ajar guna meningkatkan sikap religius siswa tingkat menengah. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dengan pendekatan embedded mixed methods, yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 26 siswa kelas X-1 di SMA YWKA Bandung. Proses pengumpulan data mengombinasikan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan jurnal spiritual, serta kuantitatif melalui angket sikap religius yang diadaptasi dari lima dimensi religiusitas Glock dan Stark. Hasil kualitatif memperlihatkan adanya transformasi perilaku; siswa beranjak dari pengisian jurnal yang mekanistik administratif menjadi proses evaluasi moral (muhasabah) mendalam, dengan persentase ketercapaian indikator observasi kelas mencapai 100% di akhir Siklus II. Analisis kuantitatif memperkuat temuan tersebut melalui peningkatan skor rata-rata sikap religius dari 129,35 (kategori tinggi) saat pretest menjadi 137,73 (kategori sangat tinggi) pada tahap posttest. Uji Paired Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik (Sig. 0,001 < 0,05) dengan perolehan effect size Cohen's d sebesar 0,74 yang tergolong dalam kategori sedang menuju besar. Disimpulkan bahwa aktualisasi konsep muhasabah melalui instrumen jurnal spiritual berpotensi menjembatani dimensi kognitif dan afektif, serta mampu menumbuhkan kemandirian perilaku religius yang otonom pada peserta didik.
Copyrights © 2026