Kemampuan untuk bertahan dalam situasi penuh tekanan atau hambatan, yang dikenal sebagai frustration tolerance, merupakan aspek penting dalam perkembangan psikologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen pengukuran frustration tolerance yang valid dan reliabel bagi siswa MA Almaarif Singosari. Instrumen disusun berdasarkan teori Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) yang dikembangkan oleh Albert Ellis, dengan lima indikator utama, yaitu: emotional regulation, cognitive flexibility, persistence, delay of gratification, dan stress endurance. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode Research and Development (R&D). Instrumen berupa angket skala Likert diuji pada 32 siswa melalui uji validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan reliabilitas dengan rumus Cronbach’s Alpha. Hasil menunjukkan bahwa 36 dari 40 item dinyatakan valid, sementara 4 item tidak valid. Nilai reliabilitas sebesar 0,846 mengindikasikan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa frustration tolerance dapat diukur secara objektif menggunakan pendekatan psikometrik yang tepat. Secara praktis, instrumen ini dapat digunakan oleh guru bimbingan konseling dan praktisi pendidikan untuk mengidentifikasi dan merancang intervensi psikologis bagi siswa yang memerlukan dukungan dalam menghadapi tekanan dan kegagalan
Copyrights © 2025